Gara-gara Pengaduan AS, Pria Palestina Dideportasi dari Brasil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara Sao Paulo's Guarulhos Foto: Alf Ribeiro/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bandara Sao Paulo's Guarulhos Foto: Alf Ribeiro/Shutterstock

Brasil mendeportasi pria Palestina dan keluarganya yang dituduh Amerika Serikat (AS) sebagai agen Hamas. Laporan itu disampaikan otoritas Brasil pada Senin (24/6) waktu setempat.

Dari keterangan sumber kepolisian Brasil, identitas pria Palestina yang dideportasi adalah Muslim Abuumar. Dia masuk ke Brasil bersama istri yang sedang hamil, anak, dan ibu mertuanya.

Mereka menambahkan, keluarga Abuumar masuk ke Brasil lewat Bandara Sao Paulo-Guarulhos pada Jumat (21/10). Dua hari kemudian dia deportasi kembali ke tempatnya berangkat menuju Brasil, Doha.

"Permintaan itu datang dari Kemlu AS," ucap pejabat kepolisian federal Brasil kepada kantor berita Reuters.

"Itu sudah dibuktikan di hadapan hakim bahwa (Abuumar) terlibat secara dalam dengan Hamas," sambung dia.

Dalam dokumen putusan pengadilan yang dilihat kantor berita Reuters, hakim Milenna da Cunha mengatakan kepolisian federal Brasil menerima peringatan mengenai kedatangan Abuumar yang disebut sebagai agen Hamas. Abuumar dan keluarga disebutkan akan tiba di Brasil dari Kuala Lumpur.

Abuumar yang berusia 37 tahun itu tercatat sebagai direktur eksekutif Asia Middle East Center, beristrikan warga negara Malaysia.

Sementara itu pengacara Abuumar, Bruno Henrique de Moura, menyatakan tindakan hukum berujung deportasi kepada kliennya dilakukan tanpa surat perintah. Padahal, Abuumar masuk ke Brasil hanya untuk mengunjungi saudaranya.

Pernyataan pengacara Abuumar, dibantah kepolisian Brasil. Seorang sumber kepolisian mengatakan, dia datang bukan untuk kunjungan melainkan tinggal dan menjadi jubir Hamas.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat pertemuan dengan anggota parlemen di Istana Planalto di Brasilia pada Rabu (11/1/2023). Foto: Evaristo SA / AFP

Kepolisian memastikan, Abuumar juga pernah masuk Brasil pada 1 Januari 2023 lalu. Abuumar datang saat hari pelantikan Presiden Luiz Inacio Lula dan Silva.

Lula adalah pendukung two state solution krisis Israel-Palestina. Ia juga mengecam serangan Israel ke Gaza.

Selain itu, Lula merupakan sosok yang mengizinkan berdirinya Kedutaan Besar Palestina di Brasil.

Perihal deportasi itu, Dubes Palestina untuk Brasil, Ibrahim Al Zeben, mengatakan kedutaan belum mendapatkan pemberitahuan resmi.

"Kami mempercayai kebijakan yang diambil Brasil," ucap Al Zeben.