Garda Revolusi Iran Gagalkan Serangan di Masjid Syiah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Darah dan kerusakan terlihat setelah serangan di Masjid Syiah, di Shah Cheragh, Shiraz, Iran, Rabu (26/10/2022). Foto: Amin Berenjkar/WANA via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Darah dan kerusakan terlihat setelah serangan di Masjid Syiah, di Shah Cheragh, Shiraz, Iran, Rabu (26/10/2022). Foto: Amin Berenjkar/WANA via Reuters

Serangan yang ditujukan ke Masjid Shah Cheragh di Kota Shiraz, Iran, kembali terjadi. Garda Revolusi (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) melaporkan, unit intelijennya berhasil menggagalkan serangan bom di sekitar masjid Syiah tersebut.

Laporan itu disampaikan oleh media yang dikelola IRGC, Sepah News, pada Jumat (28/10). “Sebuah pemboman di Jalan Mo'ali Abad di Shiraz terdeteksi dan digagalkan oleh intelijen Garda Revolusi,” bunyi laporan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Serangan bom ini ditemukan hanya dua hari usai insiden penembakan mematikan di masjid yang sama terjadi. Penembakan pada Rabu (26/10) menewaskan 15 orang — termasuk anak-anak dan perempuan. ISIS mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Para korban meliputi rombongan pelayat yang mengunjungi Masjid Shah Cheragh untuk memperingati 40 hari kematian Mahsa Amini, perempuan keturunan etnis Kurdi yang tewas di tangan polisi moral Iran pada September lalu.

Hingga saat ini, pelaku penyerangan belum terungkap identitasnya. Namun, saat menjalankan aksinya, mereka diketahui berada di dalam sebuah mobil dan tiba-tiba menembaki para pelayat serta staf yang berada di sekitar masjid tersebut secara brutal.

Orang-orang membersihkan darah yang berceceran setelah serangan di Masjid Syiah, di Shah Cheragh, Shiraz, Iran, Rabu (26/10/2022). Foto: Amin Berenjkar/WANA via Reuters

Mengutip dari kesaksian warga, media lokal IRNA melaporkan polisi berhasil menangkap dua dari tiga pelaku bersenjata.

IRNA menggambarkan mereka sebagai ‘teroris takfiri’, yakni julukan yang digunakan oleh otoritas Iran untuk merujuk pada kelompok Sunni pemberontak dan bersenjata. Mereka disebut bukan berasal dari penduduk lokal Iran.

Setelah salat Jumat, pemerintah Teheran pun mengorganisir demonstrasi skala nasional untuk mengecam aksi penembakan tersebut. Pemakaman juga akan akan digelar untuk para korban jiwa.

“Kami akan membalas dendam atas darah para syuhada Shiraz,” kata imam salat Jumat di masjid Teheran, Haj Ali Akbari.

Sehari sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada Kamis (27/10) bersumpah untuk membalas dendam serangan ISIS yang telah mengancam keamanan negaranya.

Sebab, peristiwa ini terjadi di tengah masih membaranya protes anti-pemerintah dan serangan ISIS semakin memperdalam ketegangan di negara Islam tersebut.