Garuda Indonesia hingga Gapura Angkasa Minta Maaf ke Iskandar Soal Salah Tangkap
·waktu baca 2 menit

Kasus salah tangkap Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar berakhir damai. Garuda Indonesia, Gapura Angkasa dan PT Angkasa Pura Aviasi serta Otoritas Bandar Udara Wilayah 2 Medan akhirnya menyampaikan permohonan maaf pada hari Kamis (23/10).
General Manager Garuda Indonesia, Agny Gallus Pratama menyampaikan permohonan kepada Iskandar atas insiden salah tangkap yang terjadi di maskapai Garuda Indonesia.
"Kami datang ke sini untuk meminta maaf atas ketidaknyamanannya yang terjadi. Perlu diketahui bahwa, kedatangan kami di sini, satu memberikan pernyataan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi. Dan yang kedua terkait silaturahmi," kata Gallus saat di Kantor NasDem Sumut, Medan, Kamis (23/10).
Di kesempatan yang sama, General Manager Gapura Angkasa, Anggie Budi Pratama, selaku pihak keamanan penerbangan atau Avsec, juga menyampaikan hal yang sama.
"PT. Gapura Angkasa dalam kesempatan juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa Pak Iskandar. Artinya ke depannya kami dari Garuda sudah berkomitmen untuk meningkatkan layanan kepada semua yang lebih baik," kata Anggie.
Sementara pihak PT. Angkasa Pura Aviasi menyesalkan peristiwa yang terjadi. Ia juga berharap nama baik Iskandar bisa pulih.
"Kami juga memohon maaf atas kejadian ini. Sehingga diharapkan semua permasalahan menjadi selesai, terkait beliau (Iskandar) itu pulih (namanya)," kata Head Of Corporate Secretary and Legal PT. Angkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur di Kantor NasDem Sumut.
Permintaan maaf itu direspons oleh Iskandar. Ia memaafkan mereka yang sempat disomasi ini.
"Saya tegaskan permohonan maaf saya terima. Karena ini merupakan bagian dari somasi yang disampaikan oleh pengacara yang mewakili saya. Yang sekali lagi saya tegaskan saya menerima dengan baik dan saya maafkan," ujar Iskandar.
