Gaya Jenderal Andika Perkasa Tunjukkan Otot Tangan Saat Vaksinasi COVID-19

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAD Jenderal Andika Perkasa pimpin vaksinasi corona TNI AD. Foto: Dispen TNI AD
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal Andika Perkasa pimpin vaksinasi corona TNI AD. Foto: Dispen TNI AD

Prajurit TNI AD menjadi salah satu sasaran vaksinasi COVID-19 dalam tahap penyuntikan bagi pelayan publik. KSAD Jenderal Andika Perkasa ambil bagian dalam vaksinasi itu.

Andika Perkasa bersama sang istri Trisnamurti Hendrati Hendropriyono ikuti serta dalam vaksinasi yang digelar di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (2/3). Dia tampak mengenakan kaus loreng TNI AD dan masker hitam. Sedangkan sang istri mengenakan seragam Persit Kartika Chandra Kirana.

Suasana vaksinasi corona TNI AD. Foto: Dispen TNI AD

Pria yang dikenal memiliki tubuh kekar itu disuntik di bagian lengan kanan. Usai disuntik vaksin COVID-19, Andika Perkasa sempat memperlihatkan lengan kanan yang kekar dengan tanda kecil putih nempel di lengannya sebagai tanda sudah divaksin. Lalu, Diah menunjukkan lengan kiri sebagai tanda sudah disuntik.

Vaksinasi tidak hanya digelar di Mabes TNI AD. Penyuntikan bagi prajurit TNI AD ini juga digelar di seluruh Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) jajaran TNI AD. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa gelombang dengan jumlah penerima vaksin sebanyak 353.647 personel.

Suasana vaksinasi corona TNI AD. Foto: Dispen TNI AD

Vaksinasi gelombang pertama dimulai 2 Maret 2021 dan melibatkan 61.054 personel, serta diperuntukkan bagi penegak disiplin protokol kesehatan dan personel Kodam Jaya serta Balakpus.

Lalu gelombang kedua rencananya dimulai 15 Maret dan menyasar 80.000 personel, serta diperuntukkan bagi personel Satuan Kostrad, Kopassus dan personel di 15 Kodam seluruh Indonesia.

Suasana vaksinasi corona TNI AD. Foto: Dispen TNI AD

Sedangkan gelombang ketiga dimulai 1 April 2021 dan menyasar 100.000 personel dan diperuntukkan di seluruh Kodam kecuali Kodam Jaya. Terakhir atau gelombang keempat dimulai 16 April 2021 dan menyasar 92.028 personel, serta diperuntukkan bagi personel yang belum mendapatkan vaksinasi.