Gede Pasek Buka Munaslub PKN, Siap Serahkan Jabatan Ketum ke Anas Urbaningrum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gede Pasek buka Munaslub PKN di Hotel Grand Sahid, Jumat (14/7/2023).  Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gede Pasek buka Munaslub PKN di Hotel Grand Sahid, Jumat (14/7/2023). Foto: Hedi/kumparan

I Gede Pasek Suardika resmi membuka musyawarah nasional luar biasa atau Munaslub Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (14/7). Gede Pasek akan menyerahkan jabatannya ke Anas Urbaningrum.

Dalam sambutannya, Gede Pasek gamblang membeberkan bahwa PKN dibuat untuk mengembalikan potensi Anas Urbaningrum di dunia politik. Mengembalikan Anas Urbaningrum yang dianggapnya sudah dikriminalisasi dan batal menjadi ketua umum di partai tertentu karena dijerat KPK.

"Ada teman bertanya, kenapa langsung gaspol? Baru selesai sekali Mas Anas Bebas murni, kok, langsung dikasih menjadi ketua umum? memang zaman sekarang zaman kecepatan. Semakin cepat memang lebih baik, jangan ditunda-tunda," kata Pasek dalam pidatonya.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (tengah) menyampaikan pidato usai keluar dari Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/4/2023). Foto: Novrian Arbi/Antara Foto

Manfaat pertama kalau Mas Anas jadi ketua umum dibandingkan saya, maka Mas Anas bisa jadi ketua umum satunya yang menjadi korban kriminalisasi," kata dia.

Gede Pasek bercerita, bahwa di pantai sebelumya, Anas Urbaningrum hampir menjadi pimpinan nasional. Tapi dikriminalisasi sehingga batal menjadi pimpinan tertinggi.

Sekarang, karena sudah kembali. Pimpinan Ketua Umum PKN akan diserahkan ke Anas Urbaningrum.

"Dikriminalisasi, saya ingatkan, dikriminalisasi sehingga kehilangan jabatannya menjadi ketua umum. Maka saya dengan penuh sikap, memberikannya kembali menjadi ketua umum," imbuh Pasek.

Anas Urbaningrum adalah mantan narapidana korupsi hambalang. Anas dan Gede Pasek dikenal dua sahabat yang masing-masing pernah bergabung di Partai Demokrat.