Gedung Apartemen di Ibu Kota Kiev Rusak Dihantam Rudal Rusia
·waktu baca 2 menit

Satu gedung apartemen di Ibu Kota Kiev dihantam proyektil pasukan Rusia pada Sabtu (26/2). Insiden tersebut membuat Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba naik pitam.
Dikutip dari The Guardian, apartemen tersebut berlokasi di Lobanovsky Avenue 6 di area pusat kota Kiev. Bagian luar gedung yang terkena serangan rudal tersebut tampak rusak parah.
Menurut Badan Kedaruratan Ukraina, rudal yang menghantam gedung itu adalah milik Rusia.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengabarkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sebuah video yang dibagikan oleh departemen media Kantor Kepresidenan Volodymyr Zelensky menunjukkan rudal meledak di sebuah apartemen pribadi. Ledakan itu menyebabkan puing-puing berserakan dan asap mengepul di dalam ruangan.
Lewat akun Twitter miliknya, Menlu Kuleba mendesak masyarakat internasional untuk mengecam Rusia.
“Kiev, kota kami yang luar biasa dan tenang, kembali bertahan di bawah serangan oleh pasukan darat Rusia, rudal. Salah satu dari mereka telah menghantam apartemen di Kiev,” tulis Kuleba pada Sabtu (26/2).
“Saya meminta kepada dunia: isolasi Rusia secara penuh, usir duta besar Rusia, lakukan embargo minyak, kacaukan ekonomi mereka. Hentikan penjahat perang Rusia!”
Memasuki hari ketiga invasi Rusia ke Ukraina, pertempuran dilaporkan pecah di jalan-jalan Ibu Kota Kiev, Ukraina, pada Sabtu (26/2) pagi.
Dilaporkan CNN, suara tembakan terdengar di dekat pusat kota Kiev pada pukul 05.45 pagi waktu setempat (10.45 WIB). Tembakan diduga berasal dari arah tenggara.
Pejabat-pejabat termasuk Kementerian Dalam Negeri Ukraina turut memperingatkan adanya “pertempuran sengit” di Kiev.
“Pertempuran aktif sedang berlangsung di jalan-jalan kota kita. Mohon tetap tenang dan tetap berhati-hatilah. Jika Anda berada di pengungsian, jangan tinggalkan. Jika Anda di rumah, jangan mendekat ke jendela, jangan pergi ke balkon,” tulis Kemendagri Ukraina dalam Facebook resmi mereka, dikutip dari CNN.
“Bersembunyilah di dalam rumah, seperti di kamar mandi, dan tutupi diri Anda dengan sesuatu yang bisa mencegah luka akibat serpihan peluru. Jika Anda mendengar sirene [tanda Peringatan Serangan Udara], segera pergi ke tempat perlindungan terdekat!”
