Gedung BMKG Punya Sistem Pengukur Kerusakan Bangunan saat Gempa

15 Januari 2022 13:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).  Foto: Ginanjar Rah Widodo/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: Ginanjar Rah Widodo/shutterstock
ADVERTISEMENT
Gempa berkekuatan 6,6 magnitudo yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten, kemarin, Jumat (14/1) goncangannya cukup kuat hingga terasa di Jabodetabek bahkan Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut membuat wilayah Jakarta harus waspada, khususnya wilayah yang memiliki gedung-gedung tinggi.
Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, BMKG Iman Fatchurochman mengatakan saat ini di gedung BMKG di Kemayoran Jakarta memiliki sistem pengukur untuk melihat dampak kerusakan saat terjadinya gempa. Dia tak menyebut bagaimana mekanisme dan nama sistemnya.
Yang pasti, sistem itu untuk mitigasi seumpama bangunan roboh jika diguncang gempa besar. Sehingga, karyawan bisa evakuasi diri dengan selamat sebelum bangunan roboh.
Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).  Foto: Jfkjaya/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Foto: Jfkjaya/shutterstock
“Jadi sebenarnya kita ada sistem pengukur untuk melihat bila ada kerusakan di masing-masing lantai. Jadi tiap kejadian misalkan yang berdampak ke Jakarta kita akan melihat apakah ambang batas goncangan itu sudah terlampaui apa belum,” kata Iman kepada kumparan, Sabtu (15/1).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Lebih lanjut, Iman menjelaskan di kantor BMKG, jika terjadi gempa yang terasa hingga ke Jakarta para karyawan diimbau untuk melakukan perlindungan pertama di dalam gedung.
Setelah itu, para pegawai diimbau untuk menuju titik kumpul yang telah disediakan di luar gedung.
“Jika ada gempa yang kuat yang berdampak di Jakarta otomatis yang dilakukan oleh pegawai kita itu pasti akan berlindung dulu jika ada goncangan, misalkan di dekat tiang atau di dekat struktur yang kuat atau di bawah meja kalau lagi kerja,” ungkapnya.
“Setelah proses itu baru menuju ke tempat evakuasi atau titik kumpul, karena kita sudah menyediakan ruang titik kumpul di ruang terbuka,” tambahnya.
Iman menegaskan dari kejadian gempa kemarin dengan kekuatan 6,6 magnitudo belum melampaui ambang batas yang menyebabkan kerusakan bangunan di gedung BMKG.
ADVERTISEMENT
“Jadi sementara yang kejadian kemarin masih di bawah ambang batas di gedung kita, jadi makanya tidak ada dampak ya di gedung BMKG,” ujar dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·