Gedung di Sekitar Jalan Gubeng yang Amblas Dipastikan Aman

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Foto: Instagram/@dishubsurabaya)

Tim ahli bangunan gedung yang didapuk Pemkot Surabaya mulai melakukan penelitian di lokasi amblasnya Jalan Gubeng dan gedung di sekitar longsoran. Tim ahli memastikan titik amblas hanya bersifat lokal, sehingga bangunan gedung lain dipastikan berdiri stabil.

Ketua Tim Ahli Bangunan Gedung, Muji Hermawan, menjelaskan peristiwa ini bermula dari proyek pembangunan perluasan RS Siloam yang tengah membutuhkan bangunan basement bawah tanah dengan kedalaman 10 meter. Pengerjaan dimulai pagi hingga malam hari.

"Pada Selasa malam, tembok penahan dinding Jalan Gubeng mengalami roboh atau collapse, akibatnya Jalan Raya Gubeng mengalami penurunan atau ambles," terang Muji di lokasi, Rabu (19/12).

Menurut Muji, ada dua faktor yang bisa menjadi penyebab utama jebolnya tembok penahan ini. Faktor pertama adanya kemungkinan konstruksi pengerjaan dinding penahan. Sedangkan faktor kedua, pengaruh alam di musim penghujan yang membuat massa tanah semakin berat.

"Kami akan melakukan penelitian lebih detail apakah merupakan pengaruh alam karena musim hujan kandungan air cukup tinggi beberapa waktu terakhir. Karena air menambah beban dari tembok penahan tanah," ujarnya.

"Ini yang segera yang kita lakukan penelitian bersama Labfor Polri untuk mendetailkan masalah robohnya tembok penahan. Kita mulai hari ini kita lakukan penelitian," tambah Muji.

Muji juga menyampaikan, kerusakan tersebut bersifat lokal karena beban air dan tanah menyebabkan tembok penahan roboh.

Kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

"Bisa dilihat sisi barat, sisi selatan, sisi utara, dalam kondisi stabil tidak ada masalah. Kita fokuskan lokasi lokal karena bersifat lokal," ujar Muji.

Muji juga memastikan beberapa gedung di area terdekat longsoran masih stabil berdiri. Gedung yang dimaksud ialah Gedung BNI Gubeng dan toko tas Elizabeth. Menurut Muji, lokasi amblas hanya bagian pagar atau sisi depan. Hal itu tidak berpengaruh pada pondasi utama bangunan.

"BNI dan Elizabeth dan gedung lain cukup aman. Hanya halaman depan dan pagarnya yang mengalami longsor. BNI memiliki gedung tinggi dan pondasinya cukup kuat. Elizabeth juga cukup kuat," ujar Muji.

Renovasi Jalan Satu atau Dua Minggu

Muji menambahkan, sesuai permintaan Pemkot Surabaya akan dilakukan perbaikan Jalan Gubeng. Pihaknya dan petugas lain akan membersihkan longsoran dan menata kembali instalasi bawah tanah yang sempat mengalami kerusakan.

"Kita lakukan perbaikan sehingga Jalan Gubeng bisa digunakan kembali. Akan ditambahkan tembok yang lebih kokoh lagi dengan melihat kondisi yang ada," ujar Muji.

Petugas akan menimbun jalan yang amblas dengan material sesuai yang disyaratkan teknik bangunan jalan. "Yang kita harus selesaikan adalah utilitas kabel telepon, kabel listrik, saluran air, dan pipa PDAM, agar perbaikan jalan berjalan dengan baik," ujarnya.

Meski demikian, Muji urung memastikan lamanya proses renovasi Jalan Gubeng. Perbaikan bisa mencapai lebih dari dua minggu tergantung alat berat yang bisa didatangkan.

"Kami tidak bisa menjawab hari. Kita coba sekarang kita lakukan pembersihan dan mendatangkan alat-alat. Bisa seminggu, bisa lebih. Kita perlu alat-alat pendukung. Seperti butuh sheet pile untuk kita pasang dengan cepat," urai Muji.

Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
zoom-in-whitePerbesar
Foto dari udara kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)