kumparan
4 Jun 2018 16:37 WIB

Gedung DPR Diincar ISIS, Polri Imbau Instansi Negara Tambah CCTV

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol M Iqbal (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Penangkapan terduga teroris di Universitas Riau pada Sabtu (2/6) menemukan fakta baru bahwa pelaku MNZ alias M Nur Zamzam (33) berencana membom Gedung DPR. Untuk mengantisipasi aksi teror lanjutan, Polri meningkatkan status patroli menjadi 6 kali pada obyek vital negara.
ADVERTISEMENT
“Ada penambahan jumlah di obyek vital ada beberapa peningkatan strategi khusus pengamanan yang tadinya patroli tiga kali kita lipatkan menjadi enam kali,” kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/6).
M Nur Zamzam adalah tersangka teroris yang dikenal ahli meracik bom. Zamzam terkait dengan kelompok teror JAD yang berbaiat ke ISIS.
Gedung DPR/MPR RI. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Iqbal menambahkan, setiap instansi negara diimbau agar menambah CCTV untuk memantau pergerakan orang mencurigakan. Selain itu, kata Iqbal, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungannya.
“Beberapa obyek vital kita dorong untuk menambah CCTV, dan juga satuan satuan pengamanan swakarsa, kita dorong juga beberapa elemen masyarakat terujung yaitu RT/RW untuk wake up, untuk lebih memberdayakan masyarakat,” imbaunya.
ADVERTISEMENT
Saat disinggung lebih lanjut perihal penangkapan di kampus Unri, Iqbal menegaskan tidak ada hubungan aksi teror dengan proses akademik mahasiswa. Menurut Iqbal, MNZ hanyalah seorang alumni.
“Bahwa sekali lagi saya tegaskan, bahwa kampus adalah sivitas akademika. Ini (Zamzam) adalah oknum, oknum alumni mahasisa Universitas Riau,” tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan