Gedung Planetarium Cagar Budaya, Tak Masuk Revitalisasi TIM

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Planetarium Jakarta Foto: Ulfa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Planetarium Jakarta Foto: Ulfa/kumparan

Planetarium Jakarta menjadi kawasan yang ikut diperbaiki dalam proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Edy Junaedi mengatakan Planetarium tersebut tak masuk ke dalam bangunan yang ikut direvitalisasi.

“Planetarium enggak, enggak (revitalisasi), itu kan bangunannya enggak boleh dibongkar karena masuk cagar budaya. Kawasannya masuk (revitalisasi) tapi gedungnya (Planetarium) yang dipertahankan,” kata Edy saat dihubungi, Selasa, (16/7).

Edy mengakui ada permasalahan di suku cadang yang membuat masyarakat terancam tak bisa menikmati observasi atau belajar memahami ilmu astronomi di Planetarium dan Observatorium Jakarta. Ia memastikan pihaknya tetap melakukan perawatan alat-alat yang ada di Planetarium sembari menunggu proses hukum yang masih berlangsung.

Suasana Planetarium Taman Izmail Marzuki yang ramai dikunjungi Masyarakat saat akhir pekan. Foto: Andesta Herli/kumparan

“Iya itu kenapa enggak ada suku cadang bukan kita enggak mau bayar, tapi itu masih ada masalah hukum antara penyedia yang dari Jerman itu dengan Pemprov DKI, itu sudah sampai ke pengadilan kemarin,” ujar Edy.

“Itu kalau kita bayar nanti salah secara hukum, kan kita jadi repot. Tapi kalau perawatan masih jalan, cuma volumenya saja yang enggak bisa maksimal mungkin,” tambahnya.

Untuk diketahui, Revitalisasi TIM dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditargetkan selesai sekitar bulan Agustus tahun 2021. Revitalisasi itu merupakan pelaksanaan Pergub Nomor 68 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah dan Kepgub Nomor 1042 Tahun 2018 Tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah.

Anggaran dana diperkirakan mencapai Rp 1,8 Triliun yang didapatkan dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp 200 Miliar.

embed from external kumparan

Perjalanan revitalisasi diawali sejak sayembara konsep desain pada tahun 2007 yang dimenangkan oleh arsitek Andra Matin. Tahun ini, diselenggarakan Diskusi Grup Terarah (Focus Group Discussion). Jakpro juga menyelenggarakan Dengar Pendapat Publik pada 28 Mei 2019, yang dihadiri oleh masyarakat sekitar TIM tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pembangunan tahap 1 meliputi bangunan Masjid Amir Hamzah berlokasi di area Plaza Graha Bhakti Budaya, Gedung Parkir Taman dan Pos Damkar (Juli-Desember 2019). Pararel, Gedung Perpustakaan dan Wisma TIM (Juli 2019-Desember 2020) di area eks kantor DPP angkatan 66, ARH, hingga jajaran kantin. Basic Design tahap 1 telah selesai dan sudah melewati proses tender untuk pemilihan kontraktor rancang bangun.