Geger 2 Pria Foto Bugil di Gunung Gede: Dituntut Minta Maaf; Berujung ke Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gunung Gede. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gunung Gede. Foto: Shutterstock

Aksi tidak terpuji dilakukan oleh dua orang pria yang mengabadikan diri mereka dalam sebuah foto bugil. Foto yang diketahui diambil di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango itu banyak disesalkan oleh sejumlah pihak, termasuk pengelola.

Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat menyesalkan perbuatan tersebut karena dianggap bertentangan dengan norma agama dan sosial. Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto menjelaskan, ada batasan norma yang ditetapkan sebelum memasuki kawasan tersebut.

"Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian disebutkan bahwa pendaki di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dilarang melakukan perbuatan yang melanggar kesopanan, perbuatan yang meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan, perbuatan asusila atau perbuatan lain yang sejenis," ujar Wahju.

Wahju menambahkan, tempat yang dijadikan dua pria dalam foto itu mengabadikan momen dikenal sakral oleh masyarakat setempat. Dari berbagai sumber, nama Suryakencana sendiri merujuk pada Pangeran Suryakencana, putra dari Pangeran Aria Wiratanudatar yang juga pendiri Kota Cianjur.

Di kawasan Alun-alun Suryakencana itu juga banyak terdapat jejak sejarah yang diyakini sebagai peninggalan Suryakencana.

"Diketahui lokasi yang diindikasi dalam foto tersebut (Alun-alun Suryakencana – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) merupakan lokasi yang dianggap sakral bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Cianjur," ungkap Wahju.

Agar peristiwa itu tak terulang kembali, Wahju meminta kepada dua pria itu untuk menghapus foto tak senonoh tersebut. Wahju mewakili pihak pengelola pun menuntut permintaan maaf dari keduanya atas perbuatan tersebut.

"Oleh karena itu BBTNGGP bersama masyarakat sekitar kawasan meminta kepada mereka agar menghapus unggahan foto asusila tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial yang bersangkutan kepada masyarakat Jawa Barat," beber Wahju.

Tak kunjung ada itikad baik dari kedua pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf, pihak pengelola taman nasional pun memutuskan untuk melanjutkan hal ini ke ranah hukum. Pasal terkait pelanggaran ITE hingga tindakan pornografi menanti kedua pelaku.

"Langkah selanjutnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran peraturan perundangan terkait ITE dan atau Pornografi," kata Wahju.

Berbekal informasi tersebut, pihak kepolisian pun mengaku siap membantu pengelola taman nasional. Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus tak senonoh tersebut.

embed from external kumparan

"Penyelidikan tetap (berjalan). Tapi kita butuh laporan juga dari sana. Kalau sudah viral begini tetap kita lidik," kata Rifai.

Meski hingga saat ini TNGGP belum membuat laporan resmi ke polisi, pihaknya akan proaktif menemui pihak TNGPP untuk memastikan kasus tersebut. Penyelidikan tersebut, menurut Rifai, termasuk pula melacak identitas dari kedua pelaku yang ada didalam foto tersebut.

"Iya kita akan datang untuk cek TKP-nya di mana kita akan cek untuk membuktikan itu," kata Rifai.

"Masih kita trace lagi (pelakunya)," lanjut dia.

Hingga proses penyelidikan yang dijalankan aparat rampung, Wahju mewakili pihak pengelola meminta kepada warganet untuk tidak mengunggah ulang foto tersebut ke akun media sosial mereka.

"Kepada para netizen yang ikut mengunggah/repost foto tersebut diminta untuk tidak menyebarluaskan dan segera menghapusnya," kata Wahju.

***

embed from external kumparan

Saksikan video menarik di bawah ini: