Geger Pasien yang Meninggal di Banda Aceh Positif Corona, Ini Penjelasan RSUD

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: Shutter Stock

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Aceh, memastikan hingga saat ini belum menerima hasil lab Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU).

Direktur RSUD Zainal Abidin, Azharuddin, membantah informasi yang beredar di grup-grup WhatsApp, soal hasil lab PDP yang meninggal tersebut adalah positif corona.

“Hoaks itu, tidak benar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).

Azhar juga menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil swab pasien PDP tersebut apakah negatif atau positif corona.

“Ke RSUDZA sampai saat ini belum ada hasil,” ucapnya.

Hal sama juga disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Hanif. Katanya, informasi yang beredar di tengah masyarakat menyangkut dengan PDP yang meninggal dunia itu tidak benar.

“Tidak benar (info itu),“ ujar Hanif saat dikonfirmasi kumparan.

Hanif menjelaskan, jika pasien tersebut dinyatakan positif maka akan disampaikan oleh juru bicara COVID-19 di Jakarta. Dirinya menegaskan, Dinkes Aceh belum menerima hasil konfirmasi lab dari Jakarta.

“Kita harapkan negatif. Jika diumumkan positif, Dinkes akan menjalankan semua prosedur sesuai dengan SOP. Pastinya kita akan men-tracking semua yang pernah kontak dengan beliau,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang PDP COVID-19 yang menjalani perawatan di ruang RICU, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh, meninggal dunia.

Pasien berinisial AA (56) asal Lhokseumawe itu, menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 12.45 WIB, Senin (23/3). AA dirujuk ke Banda Aceh pada (20/3), dari Rumah Sakit PT Arun, Lhokseumawe.

kumparan post embed

--------- kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!