Geger Penumpang Kelas Bisnis 'Ditahan' karena Dianggap Hina Garuda

kumparanNEWSverified-green

Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Seorang penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia GA404 rute Jakarta-Denpasar membuat sebuah utas (thread) di akun Twitternya.

Ia mengeluhkan pelayanan maskapai yang tanpa alasan jelas menahannya di Bandara Ngurah Rai, Bali, selama tiga jam.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum mengetahui insiden ini. Budi Karya menegaskan akan segera menelusuri kasus tersebut pada Selasa (7/1).

"Saya klarifikasi besok pagi, saya akan jelaskan semuanya, tapi saya belum dapat informasinya," kata Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (6/1).

Kemenhub akan menelusuri apakah Garuda melanggar aturan dan pelayanan penerbangan. Budi Karya berjanji akan menegur maskapai jika terbukti bersalah.

"Kita lihat apa yang dilakukan, apa melanggar hal-hal yang sifatnya mandatory dari yang namanya safety, kalau itu berkaitan dengan safety itu sanksinya tegas sekali, ya, tapi kalau pelayanan, ya, kita lakukan pembinaan, pasti kita tegur," kata Budi Karya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Seremonial Pengecoran Closure Tengah Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan. Foto: Irfan Adi Saputra.

Meski begitu, Budi Karya menilai pilot tidak berwenang menahan penumpang. "Mestinya tidak, mestinya enggak ada," tuturnya. "Kalau masalah pelanggaran, saya akan lihat lagi," sambung Budi Karya.

Cuitan penumpang itu sudah diretwit lebih dari 20 ribu kali dan ditanggapi lebih dari seribu cuitan. Penumpang itu membeberkan kejadian pada Sabtu, 4 Januari 2020.

Dalam thread-nya, penumpang menyebutkan ia berada di pesawat bersama suami, tiga anak, dan dua pengasuh bayi. Penumpang tersebut menceritakan saat pramugari melarang suaminya untuk mengantar anak mereka ke toilet demi alasan keamanan menjelang landing.

Saat pesawat mendarat, penumpang tersebut ditahan delapan petugas Aviation Security, tiga pilot, dan enam pramugari. Mereka menahan penumpang itu lantaran dituding telah menghina Garuda dengan makian "Garuda t*i".

Penumpang tersebut merasa ada kejanggalan karena para petugas bandara tidak memberi tahu identitas pilot. Penumpang itu juga menegaskan ia dan suaminya tak pernah menghina Garuda di muka umum, melainkan hanya berkeluh kesah di kursi pesawat mengenai pelayanan Garuda.

kumparan sudah mencoba meminta izin penumpang dan pemilik akun agar thread-nya disisipkan, namun belum ada jawaban. Dan hingga kini, pihak Garuda Indonesia belum memberikan respons.