Geger Puisi Sukmawati yang Singgung Azan Kalah Merdu dari Kidung

kumparanNEWSverified-green

clock
Sukmawati Soekarnoputri (Foto: Wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Sukmawati Soekarnoputri (Foto: Wikipedia)

Publik saat ini sedang heboh karena puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri di pagelaran busana Anne Avanti di Jakarta akhir pekan lalu.

Dalam puisi itu, Sukmawati menyinggung soal syariat Islam termasuk penggunaan cadar. Bahkan lantunan azan juga dia singgung, yang disebut kalah merdu dengan kidung.

Puisi itu dibacakan saat acara pagelaran busana Anne Avantie di JCC pada akhir pekan lalu. Puisi itu ramai dibagikan di media sosial dan juga di berbagai whatsapp group.

Berikut isi puisinya:

Puisi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat islam

Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi dan kreatif

Selamat datang di duniaku

Bumi ibu indonesia

Aku tak tahu syariat islam

Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azanmu

Gemulai gerak tarimu adalah ibadah

Semurni irama puja kepada ilahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damai mengalun

Canting menggores ayat-ayat alam surgawi

Pandanglah ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini

Cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya

Puisi ini langsung menjadi sorotan karena dianggap merendahkan Islam.

Namun soal puisi ini, adik Sukamawati, Guruh Soekarnoputra menjelaskan sebenarnya puisi yang dibacakan oleh kakaknya itu bukanlah bertujuan untuk memantik kontroversi karena isu SARA.

"Ya saya melihat terjadi reaksi-reaksi gitu. Itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita. Ya persepsi orang bermacam-macam," kata Guruh Soekarnoputra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4).

"Kalau saya bisa mengerti isinya, maksudnya apa, saya bisa mengerti. Artinya bukan untuk SARA dan sebagainya. Bukan sesuatu yang bagaimana," lanjut dia.

Berikut pembacaan puisi Sukma di akun YouTube Indonesia Fashion Week di menit 1.07.39

video youtube embed