Gelar KMT Wali Kota Tegal dan Jargon ‘Jujur Kunci Keberhasilan’

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siti Masitha mendapat gelar KMT di Solo (Foto: tegalkota.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Masitha mendapat gelar KMT di Solo (Foto: tegalkota.go.id)

Banner itu berdiri tak jauh dari ruang kerja Wali Kota Tegal Siti Mashita yang telah disegel oleh KPK. Banner dengan gambar utama Siti Masitha berkerudung merah itu tampak mencolok dengan tulisan aneka warna.

Tulisan di banner itu juga penuh puji-pujian. Tulisan di banner itu adalah:

“KMT Hj Siti Masitha Soeparno - Walikota Tegal

Figur Kota Tegal

Pemimpin yang Tak Mengenal Lelah Demi Mengemban Tugas

Jujur & Disiplin

Kunci Keberhasilan”

Banner Wali Kota Tegal Siti Masitha (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Banner Wali Kota Tegal Siti Masitha (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Kata-kata penuh motivasi itu jelas bagus. Tapi sayang, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Siti Masitha pada Selasa (29/8) petang membuat “semangat” yang ada di kata-kata pujian itu menjadi kabur.

Hal yang menonjol lainnya di banner tersebut adalah KMT yang berada di depan nama Siti Masitha. Apakah kepanjangan KMT itu?

KMT adalah singkatan dari Kanjeng Mas Tumenggung, gelar kebangsawan yang didapat Siti Masitha dari Keraton Surakarta.

Mengutip situs Pemkot Tegal (tegalkota.go.id), Siti Masitha Soeparno diberi gelar kehormatan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) oleh Keraton Surakarta Hadiningrat pada Minggu, 2 Mei 2016. Gelar itu dianugerahkan lewat prosesi wisuda atau wisudan.

Prosesi acara Wisudan dilaksanakan oleh Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Kusumo Sangkoyo, Pengageng Kantor Karti Projo Keraton Surakarta Hadiningrat, di Keraton Surakarta.

Sejumlah pejabat Tegal menghadiri penyerahan gelar budaya itu, yaitu Plt Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, Asisten I Drs. Imam Badaruddin, Asisten II Herlien Tedjo Oetami, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dan Dharma Wanita Kota Tegal.

Siti Masitha mendapat gelar KMT di Solo (Foto: tegalkota.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Masitha mendapat gelar KMT di Solo (Foto: tegalkota.go.id)

Prosesi Wisudan diawali dengan lampah atau cara berjalan untuk mendapatkan sertifikat gelar kebangsawanan secara simbolis. Usai prosesi Wisudan, Siti Masitha resmi menyandang gelar KMT.

Kemudian sertifikat asli gelar kehormatan diberikan oleh Pengageng Sasana Wilapa Keraton Keraton Surakarta Hadiningrat GKR Kusumurtiah Wandansari atau Sekretaris Keraton Surakarta. Menurut KGR Kusumurtiah, penganugerahan gelar tersebut dalam rangka memperingati Hari Besar Raja Karaton Solo Jumenengan ISKS Paku Buwono XIII, 25 Rejeb JE 1437, atau tanggal 1 Mei 2016.

“Gelar yang diberikan adalah Gelar Budaya, bagi penerima gelar seterusnya tercatat sebagai kerabat Karaton Solo. Dengan gelar ini menjadi amanah bagi Bapak Ibu untuk meningkatkan peran serta dalam menjaga amanah tersebut di mana pun berada,” pinta GKR Kusumurtiah Wandansari.

Siti Masitha yang akrab disapa Bunda Sitha usai menerima gelar KMT mengaku bangga dengan gelar kehormatan yang diberikan oleh Keraton Surakarta Hadininingrat.

Bisa jadi, sebagai wujud rasa bangga itu, Siti Masitha selalu menyematkan KMT di depan namanya.

KPK Segel kantor Wali Kota Tegal (Foto: Antara/Oky Lukmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
KPK Segel kantor Wali Kota Tegal (Foto: Antara/Oky Lukmansyah)