Gelar Pasukan Koarmada I Tegaskan Netral di Pemilu 2019

Komando Armada I TNI AL melakukan gelar pasukan di persiapan pengamanan Pemilu 2019 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/4). Dalam kesempatan ini, jajaran Koarmada I menegaskan netralitas mereka di Pemilu 2019.
“Tidak saja mereka yang memiliki hak berpolitik yang dituntut untuk patuh pada undang-undang yang berlaku, namun fungsi dan peran TNI di luar penyelenggaraan dan peserta Pileg dan Pilpres 2019, juga sangat menentukan keberhasilan dan keberlangsungan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” kata Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda Yudo Margono, saat memimpin apel kesiapsiagaan Komando Armada 1 pada Senin (1/4).
Yudo meminta, agar semua prajuritnya bertindak secara terukur dan patuh pada hukum yang mengikat TNI agar senantiasa netral. Ia juga meminta sinergitas prajuritnya dengan Polri dan komponen masyarakat dijaga agar permasalahan yang nantinya muncul bisa ditanggulangi.
“Wujudkan sinergitas antara TNI-Polri dengan penyelenggara pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat segera ditanggulangi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama,” ucapnya.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh 1.700 prajurit unsur Koarmada 1, mulai dari Tim Taifib, Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair), hingga Pasukan anti Huru-Hara (PHH) Koarmada 1. Selain itu unsur alutsista juga dihadirkan dalam apel yakni, 12 Unsur Kapal Perang atau KRI yang akan melaksanakan pengamanan Aspek laut, Kendaraan Taktis/Truk, Kendaraan Taktis Pomal, Mobil Ambulance Dinas Kesehatan, dan Kendaraan Diskomlek Koarmada I.
“Jaga netralitas TNI dengan bersikap netral, tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis, ikut mengamankan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres sesuai dengan tugas dan fungsi perbantuan TNI kepada Polri, tidak memihak dan memberikan dukungan kepada salah satu kontestan Pileg dan Pilpres 2019 serta tidak melibatkan diri pada rangkaian kegiatan Pileg dan Pilpres 2019 dalam bentuk apapun diluar tugas dan fungsi TNI,” pungkas Yudo.
