Gelaran Santriversary di Lapangan Benteng, Ada Marawis hingga Tausiyah

Kemenag merayakan Hari Santri Nasional dengan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan. Hari Santri gelaran Kemenag yang diluncurkan sejak September lalu, malam ini mencapai puncaknya.
Malam ini, Senin (21/10), digelar Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 yang dipopulerkan lewat tajuk Santriversary: Syiar dan Syair Perdamaian.
Kegiatan malam ini dihadiri oleh ratusan santriwan-santriwati. Mereka berasal dari pondok-pondok pesantren di berbagai wilayah di DKI Jakarta.
Kegiatan diawali dengan lantunan marawis dari grup Syubbanul Muslimin dari Probolinggo, Jawa Timur. Di momen ini, tampak para santri turut berselawat mengiringi lantunan syair marawis yang dibawakan dari atas panggung besar.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiyah perdamaian oleh Habib Jindan Bin Salim Novel Jindan. Tausiyah ini berisi renungan-renungan tentang semangat perdamaian dan kasih sayang yang ada dalam kebudayaan Islam.
Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan, mengatakan Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 membawa semangat perdamaian. Katanya, melalui khazanah budaya dan keilmuan yang tersebar di pesantren-pesantren, tersimpan semangat-semangat perdamaian bagi sesama manusia.
“Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2019 yang bertajuk Syiar dan Syair Perdamaian merupakan upaya Kemenag di momentum Hari Santri 2019 ini untuk menggelorakan pesan-pesan perdamaian melalui syair dan syiar yang tersebar dalam khasanah pesantren. Sehingga Islam sebagai inspirasi bukan semata aspirasi,” ungkap Nur Kholis dalam sambutannya di Lapangan Benteng.
Ia menambahkan, dengan renungan pada malam puncak kali ini, diharapkan syiar perdamaian itu semakin menyebar luas dan membawa kedamaian bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Pada malam puncak hari santri ini mari kita teguhkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cinta damai,” imbuhnya.
Selain oleh Habib Jindan, tausiyah perdamaian dijadwalkan juga diisi oleh Gus Muwafiq serta eks Menag Lukman Hakim yang tampak duduk bersama tamu lainnya di atas panggung.
Tampak hadir pula di atas panggung yaitu Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin, Sekjen Kemenag Nurkholis Setiawan, Kanwil Kemenag dari berbagai daerah di Indonesia, para ulama, serta para dubes/perwakilan dubes negara-negara sahabat.
Tak cuma diisi marawis dan tausiyah atau renungan kedamaian, kegiatan malam ini juga diisi dengan sesi pengumuman juara berikut penyerahan hadiah bagi para pemenang Santri Millennial Competition 2019 yang totalnya mencapai Rp 187,5 juta.
Santri Millenial Competition adalah lomba cipta video perdamaian bagi para santri dari seluruh Indonesia. Video-video terbaik yang terpilih sebagai pemenang, bakal ditampilkan dalam momen Santriversary malam ini.
Untuk diketahui, peringatan Hari Santri 2019 yang digelar Kemenag terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak September lalu. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu, Santri Milenial Competition, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Roan Akbar, serta Parade Santri Cinta Damai.
Rangkaian Peringatan Hari Santri 2019 itu disambung dengan kegiatan Malam Puncak hari ini, dan akan berakhir Selasa (22/10) dengan kegiatan upacara bendera bertepatan dengan Hari Santri Nasional.
Saat berita ini ditulis, Malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional masih berlangsung di Lapangan Benteng.
