Gelombang Pencabutan Visa, Ini Deretan Imbauan Kedubes RI di AS untuk Mahasiswa
ยทwaktu baca 2 menit

Gelombang pencabutan visa di Amerika Serikat membuat mahasiswa-mahasiswa internasional di sejumlah universitas ternama gusar. Termasuk bagi mahasiswa Indonesia.
Fenomena ini berdampak antara lain ke Harvard, Stanford, University of Michigan, UCLA, dan Ohio State University.
Dikutip dari AP News, pemerintah AS melakukan ini secara diam-diam dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kampus ataupun mahasiswa.
Terkait ini, Kedutaan Besar Indonesia di AS mengimbau mahasiswa Indonesia untuk hati-hati dan selalu taat aturan.
"Kami ingin mengingatkan agar para mahasiswa Indonesia di AS tetap menjaga status visa F-1 atau J-1 dengan baik dan selalu patuhi aturan yang berlaku," tulis keterangan Kedubes AS di akun Instagram resmi, dikutip Sabtu (12/4).
Visa F-1 bisa dicabut karena beberapa pelanggaran, berikut di antaranya:
Melakukan pekerjaan tanpa izin resmi (di luar OPT/CPT)
Tidak mempertahankan status sebagai mahasiswa penuh waktu
Terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum, baik hukum lokal maupun federal.
Kedubes AS mengatakan, jika terdapat perubahan status visa, kendala imigrasi, mahasiswa bisa lapor ke pihaknya.
Selain itu berikut deretan imbauan Kedubes AS:
Segera menghubungi Designated School apabila terjadi perubahan status atau menghadapi kendala imigrasi
Berkonsultasi dengan pengacara profesional bila diperlukan
Tidak kembali ke AS tanpa visa F-1 atau J-1
Memastikan status imigrasi dalam kondisi aman sebelum melakukan perjalanan internasional atau mengambil keputusan penting
"Atau kamu merasa bingung, jangan ragu untuk hubungi DSO kampusmu atau konsultasi dengan pengacara imigrasi profesional."
Bila butuh bantuan darurat atau akses kekonsuleran, kamu juga bisa menghubungi hotline perwakilan RI terdekat yaitu sebagai berikut:
KBRI Washington, D.C.: +1 202 569 7996
KJRI Chicago: +1 312 547 9114
KJRI Houston: +1 713 282 5544
KJRI Los Angeles: +1 213 590 8095
KJRI New York: +1 347 806 9279
KJRI San Francisco: +1 415 875 0793
