Cover Story- kumplus- Lipsus- Napoleon Bonaparte

Gembok Rahasia dan Bogem Jenderal Napoleon (2)

27 September 2021 9:58
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri masih terasa mengherankan dan menyimpan sederet tanda tanya. Terlebih, keduanya sama-sama sosok kontroversial meski dalam perkara yang berbeda. Napoleon Bonaparte adalah petinggi Polri yang dicopot karena kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, sedangkan Kece ialah YouTuber yang tersangkut kasus penistaan agama Islam.
Mengapa penganiayaan dari sesama tahanan bisa dengan mudah terjadi—pada hari pertama Kece masuk ke rutan Bareskrim? Apakah tak ada petugas berjaga? Ataukah petugas ada namun tak berdaya? Dan bagaimana Napoleon dan sejumlah narapidana lain bisa leluasa masuk ke sel Kece tak hanya untuk memukulinya, tapi juga melumurinya dengan tinja?
kumparan menelusuri insiden di Rutan Bareskrim itu dan mewawancarai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim serta pihak-pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut untuk menjawab pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi pada malam pertama Kece masuk ke selnya? Langganan kumparan+ untuk menyimak laporan lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Sebuah gembok membuat penganiayaan terhadap M. Kece di Rutan Bareskrim lebih mudah terjadi. Gembok ini membuat Jenderal Napoleon cs bisa masuk leluasa ke sel Kece untuk memukuli dan melumurinya dengan tinja. Gembok rahasia apa ini? Klik di bawah.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten