Gemerlap Bus Pesta yang Dikandangkan Kemenhub

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Royale VIP Bus (Foto: Twitter/@RoyaleVIPBus)
zoom-in-whitePerbesar
Royale VIP Bus (Foto: Twitter/@RoyaleVIPBus)

Kementerian Perhubungan menghentikan operasional Royale VIP Bus. Bus itu sebelumnya digunakan untuk tujuan wisata dan akrab dengan sebutan bus pesta.

Tak salah memang Royale VIP Bus disebut bus pesta. Bus tersebut memang dirancang khusus untuk penggila pesta.

Interior bus diset layaknya tempat dugem. Kursi memanjang untuk, lampu kerlap-kerlip, musik keras, dan mini bar tersedia di dalam bus.

Sebuah TV dengan layar besar terpasang, siap digunakan untuk berkaraoke ria. Tak ketinggalan, lantai dansa juga ada di dalam bus.

Royale VIP Bus sebenarnya sudah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, keberadaannya sudah akrab di telingan para penikmat party.

Dalam akun twitter resminya, pengelola bus memasang tarif Rp 6 juta rupiah untuk menaiki bus selama 5 jam. Bus akan berkeliling Kota Jakarta. Saat bus berkeliling kota, para penumpang bisa berpesta layaknya berada di club.

Interior Royale VIP Bus (Foto: Facebook/Royale VIP Bus)
zoom-in-whitePerbesar
Interior Royale VIP Bus (Foto: Facebook/Royale VIP Bus)

Bus tersebut juga menyediakan minuman beralkohol untuk para penumpang.

Kini, bus pesta sudah dihentikan opersionalnya. Pihak Kemenhub menemukan berbagai pelanggaran peraturan pada opersional bus pesta. Website Royale VIP Bus kini sudah tidak bisa diakses, akun instagram da facebook pun sudah ditutup.

X post embed

Pertama adalah pelat nomor yang tertera di STNK adalah pelat hitam, tetapi pada saat operasional menggunakan pelat nomor kuning.  Selain itu, buku uji dan kartu pengawasan dari bus tersebut adalah palsu. Izin usaha bus tersebut juga masih dipertanyakan.

"Untuk bus pesta ini lebih cenderung kepada permasalahan etika, sekalipun semua administrasi dan izin usaha telah dipenuhi, saya tidak merekomendasikan bus ini beroperasional. Hal ini karena berkaitan dengan dunia malam, tidak baik untuk generasi penerus bangsa," tutur Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Sabtu (22/7).

Bus Royale VIP (Foto: Facebook/Royale VIP Bus)
zoom-in-whitePerbesar
Bus Royale VIP (Foto: Facebook/Royale VIP Bus)

“Pada dasarnya kami mendukung inovasi yang dilakukan oleh pengusaha transportasi. Tetapi inovasi tersebut harus tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan,” tambah Pudji.