Gempa 4,8 M Getarkan Tarakan, Bandara Juwata hingga Mal Rusak
·waktu baca 2 menit

Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo menggetarkan Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (5/11). Gempa terjadi sekitar pukul 17.37 WIB.
BMKG mengatakan, pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 24 km Tenggara Tarakan pada kedalaman 10 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di Tarakan dengan intensitas IV-V MMI atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Kemudian di Pulau Bunyu dengan intensitas IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi.
Sedangkan getaran di Tanjung Selor, Berau, Nunukan dengan intensitas III-IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi.
"Malinau dengan intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seakan-akan ada truk berlalu," kata Dartono.
Hingga pukul 17.51 WIB, belum ada gempa susulan. Namun sejumlah fasilitas di Bandara Juwata hingga mal rusak.
"Hingga saat ini terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan di Kampung Empat dan Mamburungan, Tarakan," kata Daryono.
