Gempa 6,2 M di Majene Dipicu Mamuju Thrust: Perulangan Gempa pada Tahun 1969

Gempa 6,2 M di Majene, Sulbar dipicu sesar Mamuju thrust. Gempa di Majene ini terkait dengan perulangan gempa pada tahun 1969.
Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam jumpa pers, Jumat (15/1), sebenarnya gempa 6,2 M di Majene itu berkaitan dengan perulangan gempa yang terjadi di wilayah sana.
"Pada tahun 1969 sekitar tanggal 23 Februari disebabkan oleh sumber gempa yang sama yaitu sesar Mamuju dengan kekuatan 6,9 (magnitudo) saat itu dengan kedalaman 13 km," jelas Daryono.
Dia melanjutkan, saat itu gempa besar dengan episenter di laut sehingga memicu terjadinya tsunami. Dilaporkan saat itu 64 orang meninggal 97 orang luka-luka dan 1.287 rumah mengalami kerusakan, dermaga pelabuhan juga mengalami keretakan, serta timbul tsunami magneter tingginya sampe 1,5 meter.
"Saat itu terjadinya peningkatan medan tegangan dan peningkatan akumulasi stress karena memang, Mamuju thrust belt ini sangat aktif sehingga pada awal tahun ini release energi kemarin siang pukul 13.30 WIB, itu mengalami release 5,9 kemudian tadi pagi dini hari kembali release 6,2 magnitudo," beber dia.
Kemarin itu kita bisa anggap sebagai gempa pendahuluan atau gempa pembuka, tadi malam harapan kita itu sudah maksimal sudah gempa utama, harapan kita tidak terjadi lagi. Sehingga untuk saat ini gempa yang terjadi pada pagi dini hari tadi adalah gempa utamanya.
--Daryono
Dia menjelaskan, sumber gempa ini struktur sesar naik Mamuju, ada di laut tetapi robekannya atau bidang sesarnya ke arah timur ke bawah majene dan mamuju.
"Ini mirip sekali dengan kejadian gempa Lombok tahun 2018 jadi sesar Flores juga miring ke arah selatan ke bawah Lombok, kalau ini miring ke timur ke bawah Mamuju Majene. Ini menunjukkan bahwa kalau kita melihat struktur sesar Mamuju itu dari Majene Mamuju ini merupakan sesar yang aktif," urai dia.
Daryono menerangkan, kembali pada sejarah gempa Mamuju thrust ini, tercatat ada tiga kali, tidak hanya yang tahun 1969 saja, tapi juga tanggal 11 april 1967 sesar naik ini juga menyebabkan gempa 6,3 magnitudo yang dampaknya di Polewali Mandar yang menyebabkan tsunami kemudian menyebabkan 13 orang meninggal.
"Kemudian seperti saya sampaikan tadi, tahun 1959 kekuatannya 6,9 di majene menyebabkan 64 orang meninggal 97 orang terluka dan 1287 rumah rusak di empat desa, kemudian yang terakhir juga terjadi di Mamuju pada 8 Januari 1984 tidak ada korban jiwa tapi banyak rumah rusak karena intensitasnya mencapai 7 MMI," tutup dia.
