Gempa 7,2 M di Nias Barat Juga Dirasakan Warga Sumbar hingga Aceh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

Sejumlah warga yang tinggal di Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh, ikut merasakan guncangan kuat usai terjadinya gempa di Nias Barat dengan kekuatan 7,2 Magnitudo. Parameter awal gempa menyebut, pusat kedalaman ada pada 19 km.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mencatat guncangan selama 2 hingga 3 detik dirasakan warga Desa Tuapaja, Kecamatan Sipora Utara.

"Sedangkan di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, warga merasakan guncangan gempa selama 4 hingga 5 detik. Masyarakat di Desa Simalegi bahkan sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, dalam keterangannya, Jumat (14/5).

Namun, Raditya mengatakan saat ini warga desa sudah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, warga Kabupaten Nias Barat juga merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi. Guncangan dirasakan selama 4 hingga 5 detik.

Raditya mengatakan, berdasarkan analisis peta guncangan yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, BMKG merilis tingkat guncangan yang dirasakan berbeda-beda di beberapa wilayah.

Jarak Nias Barat dengan Kep. Mentawai. Foto: Google Maps

Misalnya, guncangan dengan skala MMI III-IV terjadi di Gunung Sitoli, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan. Sementara itu, guncangan dengan skala MMI III dirasakan di Banda Aceh serta MMI II terjadi di di Aceh Tengah dan AekGodang.

"Dilihat dari analisis InaRISK, wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi kelas sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, dengan luas bahaya mencapai 598.000 hektare," kata Raditya.

Lebih lanjut, BNPB selalu mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa bumi. Bahaya gempa dapat terjadi tanpa adanya peringatan.