Gempa Berkekuatan 4,6 Magnitudo Guncang Kabupaten Jeneponto, Sulsel

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstock)

Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Gempa ini terbilang unik, sebab terjadi di wilayah yang selama ini belum pernah terjadi gempa dalam catatan BMKG.

Gempa yang terjadi berada di kedalaman 10 km dengan koordinat 6.11 LS dan 119.65 BT, tepatnya di laut pada jarak 61 km barat daya Kabupaten Jeneponto. Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa bumi dengan kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Dr. Daryono menjelaskan gempa ini sangat unik karena pusat gempanya terletak di antara Kepulauan Sabalana dan Pulau Selayar yang selama ini dalam catatan BMKG belum pernah terjadi gempa. Artinya episenter terletak pada zona yang belum terpetakan struktur sesarnya, sehingga sumber gempa bumi ini disebut sumber gempa menyebar (diffuse).

Ttitik gempa di Jeneponto dan Bantaeng (No Cov) (Foto: Dok BMKG )
zoom-in-whitePerbesar
Ttitik gempa di Jeneponto dan Bantaeng (No Cov) (Foto: Dok BMKG )

Zona menyebar (diffuse) yaitu jalur sumber gempa yang diasumsikan sebagai daerah yang mempunyai potensi kegempaan tetapi belum dipetakan dengan baik. Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan dari masyarakat, menunjukkan bahwa gempa bumi dirasakan di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng dalam skala intensitas II-III MMI, serta Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai sebesar II MMI.

Beberapa warga di Jeneponto dan Bantaeng dilaporkan sempat berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun sampai saat ini belum ada laporan kerusakan.