Gempa di Mandailing Natal Dipicu Aktivitas Sesar di Zona Sumatera

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi Gempa Dunia  (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Dunia (Foto: Reuters)

Gempa bumi terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Minggu (30/4) dini hari. Gempa tektonik terjadi pada pukul 00.52 WIB dan berkekuatan 4,8 magnitudo (M).

Pusat gempa terletak pada koordinat 0,75 LU - 99,55 BT atau pada jarak 21 km arah timur laut Mandailing Natal di kedalaman 10 km. Guncangan juga terasa di Panyabungan, Siabu, Bangko, Parit, Panti, Singkuang, dan Padang Sidempuan. Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengatakan guncangan dirasakan oleh banyak warga yang belum tidur.

"Yang mengalami guncangan dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI. Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan oleh banyak warga yang belum tidur, bahkan beberapa di antaranya terbangun akibat guncangan ini," ujar Daryono melalui keterangan di Jakarta (30/4).

Daryono mengatakan gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Sumatra (Sumatra Fault Zone), tepatnya di segmen sesar Angkola.

"Gempa bumi ini memiliki mekanisme sumber berupa sesar mendatar (strike-slip fault), sehingga sesuai dengan karakteristik sesar mendatar di segmen tersebut," ujarnya.

Daryono menegaskan gempa belum berpotensi menimbulkan kerusakan. "Untuk itu kepada masyarakat Mandailing Natal diimbau tetap tenang," tutupnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, BMKG menyatakan gempa bumi terjadi dengan kekuatan 5,1 Magnitudo.

Baca juga: Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Mandailing Natal