Gempa Morowali 5,6 M Dirasakan Warga, Bumi Bergoyang 5 Detik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi Gempa. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa. (Foto: Thinkstock)

Gempa dengan kekuatan 5,6 magnitudo (M) dirasakan warga Morowali, Sulawesi Tengah. Gempa ini cukup dirasakan warga selama lima detik. Akibatnya warga berhamburan ke luar rumah.

Baca: Rentetan Gempa Bumi Mengguncang Bali Dalam 8 Hari

Dalam keterangan kepada wartawan Kepala Humas BBNPB Sutopo Purwonugroho, Rabu (24/5) menyampaikan, masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

"Gempa dirasakan lima sampai enam detik," jelas Sutopo.

Sementara menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Dr Daryono, hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 16.10.15 WIB dengan kekuatan M 5,6 dengan episenter terletak pada koordinat 2,78 LS dan 122,20 BT pada kedalaman 12 Km (update).

Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah Kab. Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah berpotensi mengalami guncangan dalam skala intensitas II SIG BMKG atau III-V MMI.

Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat bahwa gempabumi tersebut dirasakan di Morowali dan Bungku II SIG-BMKG (III-IV MMI), Sorowako II SIG-BMKG (III MMI), Kendari, Kolaka, dan Palu I SIG-BMKG (II MMI). Deskripsi gempabumi dengan skala intensitas II SIG-BMKG menunjukkan bahwa guncangan dirasakan oleh orang banyak tetapi belum berpotensi menimbulkan kerusakan.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal yang dipicu aktivitas Patahan Matano (Matano Fault) segmen Geresa. Ini sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan sesar mendatar mengiri (sinistral)," beber Daryono.

Terkait dengan peristiwa gempabumi Kab. Morowali, Sulawesi Tengah yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun pada pukul 16.10 WIB telah terjadi 1 kali gempabumi susulan dengan kekuatan M4,3.

"Masyarakat dihimbau agar tetap tenang,khusus masyarakat di daerah pesisir dihimbau agar tidak terpancing isu karena gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," tutup Daryono.

Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstockphotos)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstockphotos)