Gempa Myanmar: Korban Jiwa Tembus 3.000; Tim Bantuan RI Langsung Kerja

4 April 2025 8:48 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah personel INASAR mengikuti Apel Pelepasan Bantuan ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah personel INASAR mengikuti Apel Pelepasan Bantuan ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025.
ADVERTISEMENT
Bantuan tersebut dilepas secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dalam sebuah seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4).
"Pada pagi hari ini, tadi juga sudah saya sampaikan kita akan melepaskan bantuan kemanusiaan ke Myanmar karena pada tanggal 28 Maret yang lalu Myanmar ditimpa bencana gempa bumi," ujar Sugiono dalam sambutannya.
Sugiono menyebut gempa yang mengguncang Myanmar mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan. Hingga saat ini, jumlah korban terus bertambah seiring dengan kondisi keamanan dan politik di Myanmar yang belum kondusif.
"Sampai hari ini karena situasi keamanan dan politik Myanmar juga yang belum kondusif. Sampai hari ini jumlah korban dan jumlah kerusakan itu masih terus berkembang berdasarkan catatan yang kami miliki. Sampai hari ini ada 2.886 korban jiwa dan 4.636 luka-luka. sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang," ucapnya.
Jusuf Kalla hadiri Pelepasan Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar. Foto: Istimewa
Meski demikian, Sugiono menyampaikan bahwa belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana ini.
ADVERTISEMENT
Demi Pemulihan Gempa, Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata
Personel militer berjaga saat ratusan pengungsi menyeberangi perbatasan sungai antara Myanmar dan Thailand, kota perbatasan strategis ke tangan pemberontak yang memerangi junta militer Myanmar, di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, Sabtu (13/4/2024) Foto: Athit Perawongmetha/Reuters
Junta militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata sementara pada Rabu (2/4). Gencatan senjata diumumkan di tengah upaya pemulihan pascagempa dan jumlah korban tewas terus meningkat.
Pemerintahan militer mengatakan akan mematuhi gencatan senjata mulai hari ini hingga 22 April untuk mempermudah upaya bantuan gempa. Kelompok bersenjata lain yang berperang melawan junta militer juga memberikan janji yang serupa.
Kelompok HAM dan pemerintah asing mengecam junta militer yang masih meluncurkan serangan udara meski situasi Myanmar belum kondusif akibat gempa dahsyat 7,7 magnitudo yang menewaskan hampir 3 ribu orang.
"Gencatan senjata bertujuan mempercepat upaya bantuan dan rekonstruksi, dan mempertahankan perdamaian dan stabilitas," kata junta militer dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, junta militer juga memperingatkan lawannya -- kelompok bersenjata pro demokrasi dan etnis minoritas -- bahwa akan tetap merespons serangan, tindakan sabotase, pengumpulan, pengorganisasian, dan perluasan wilayah yang akan merusak perdamaian.
Tim Bantuan RI Langsung Kerja di Myanmar, Evakuasi 3 Jenazah Korban Gempa 7,7 M
Tim Alfa dan Bravo INASAR dikerahkan ke lokasi terdampak gempa di wilayah Naypyidaw untuk melakukan proses operasi USAR. Pada Rabu (2/4) tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Dok. Tim INASAR
Tim Misi Kemanusiaan dari Indonesia langsung bekerja begitu tiba di Myanmar. Mereka mengevakuasi tiga korban jiwa akibat gempa di Myanmar pada Kamis (3/4).
"Pada hari ini tim INASAR berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari reruntuhan bangunan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Selain melaksanakan operasi SAR, Tim Indonesia melakukan pelayanan medis kepada warga Myanmar dan membuka pos kesehatan darurat di sekitar Base of Operation (BoO) Tim INASAR.
ADVERTISEMENT
Abdul Muhari menjelaskan, tim misi kemanusiaan dari Indonesia untuk penanganan bencana gempa di Myanmar telah mendarat di Bandara Naypyidaw pada Selasa (1/4) pukul 14.00 waktu setempat.
Tim terdiri dari personel Indonesia Search and Rescue (INASAR), anggota TNI, dan beberapa perwakilan lembaga.
Setibanya di Myanmar, tim INASAR langsung menuju lokasi Base of Operation (BoO) yang terletak di wilayah Naypyidaw untuk bergabung dengan tim USAR dari negara lain.
"Dan berkoordinasi dengan Tim USAR Singapura selaku koordinator wilayah sektor pencarian di Naypyidaw dan Mandalay," ucap dia.
Kegiatan tim pencarian dari Indonesia dimulai pada Rabu (2/4) dengan diawali dengan berkoordinasi dengan Deputy Minister for Emergency Myanmar.
Pertemuan ini difasilitasi dari ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center).
ADVERTISEMENT
Adapun tim Indonesia diwakili oleh Wahyudi dari Basarnas, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dari BNPB, dan Dumas Amali Radityo dari PWNI-Kemlum. Selanjutnya, tim Indonesia juga menemui Director General dan Fire Brigade Commander Myanmar untuk permintaan penugasan.
JK Hadiri Pelepasan Bantuan Indonesia untuk Penanganan Gempa Myanmar
Kepala PMI Jusuf Kalla melakukan pengecekan perlengkapan SAR saat Apel Pelepasan Bantuan ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), menghadiri pelepasan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Myanmar di Lanud Halim Perdana Kusuma, Kamis (3/4).
Pemberian bantuan dari RI dilakukan Menlu Sugiono didampingi didampingi Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Baznas Noor Achmad.
Dalam kesempatan tersebut, JK mengungkapkan bantuan ini merupakan bagian dari upaya solidaritas kemanusiaan Indonesia dalam membantu korban gempa Myanmar. Adapun jumlah bantuan gabungan dari pemerintah Indonesia dan donasi yang diterima PMI tersebut dengan total 124 ton.
ADVERTISEMENT
"Bantuan berupa sarung, selimut, kantong jenazah, hygiene kit, terpal dan lainnya," sebut JK dalam keterangan tertulisnya yang diterima kumparan.
Sesuai jadwal, bantuan tersebut dibawa menggunakan pesawat kargo menuju Naypyidaw, Myanmar. Selain bantuan barang, PMI juga telah mengirimkan dana kemanusiaan sebesar USD 100 ribu kepada Palang Merah Myanmar.