Genjot Pariwisata Usai Serangan Teror, Sri Lanka Diskon Besar-besaran

10 Juni 2019 15:14 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pariwisata di Sri Lanka. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pariwisata di Sri Lanka. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
ADVERTISEMENT
Pemerintah Sri Lanka ingin menggenjot kembali sektor pariwisata yang lesu usai serangan teroris April lalu. Berbagai hotel dan fasilitas wisata di negara itu diskon besar-besaran, bahkan hingga 50 persen.
ADVERTISEMENT
Langkah ini dilakukan karena banyak turis yang membatalkan kunjungan ke Sri Lanka setelah ledakan bom gereja yang menewaskan 290 orang di Kolombo, 21 April lalu. Turis juga takut ke Sri Lanka setelah beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan berkunjung.
Padahal pariwisata menyumbang 5 persen bagi pemasukan domestik Sri Lanka. Negara ini juga sebelumnya masuk dalam jajaran tujuan wisata dunia versi Lonely Planet tahun 2019.
Ilustrasi pariwisata di Sri Lanka. Foto: AFP/Lakruwan Wanniarachchi
Di musim ini tingkat okupansi hotel di Sri Lanka hanya 10 persen, dibanding 30 persen di periode yang sama tahun lalu. Menurut Biro Wisata Sri Lanka, saat ini turis asing berjumlah antara 1.400 hingga 1.500 orang. Padahal tahun lalu di periode yang sama mencapai 4.500 orang.
ADVERTISEMENT
Sri Lanka ambil langkah cepat untuk memulihkan wisata mereka. Pemerintah telah menetapkan tarif minimum untuk hotel-hotel di Sri Lanka, maskapai negara juga memberikan tarif khusus, beberapa agen wisata memberikan gratis jemput di bandara hingga pasang iklan di Rusia.
Ilustrasi pariwisata di Sri Lanka. Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
Diskon yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung. Lavanga Resort & Spa di Hikkaduwa contohnya, memberi diskon kamar hingga 50 persen. Dari yang sebelumnya USD 75, kini menjadi USD 35, sudah gratis sarapan.
"Kami menawarkan tarif yang sangat rendah untuk orang asing. Kami telah mendapatkan pesanan untuk musim dingin," kata direktur pelaksana Lavanga, Anusha Frydman.
Ilustrasi pariwisata di Sri Lanka. Foto: AFP/Ishara S Kodikara
Bagi wisatawan asing yang tidak peduli dengan peringatan berkunjung, tawaran ini sangat menggiurkan. Salah satunya adalah Leif Ohlson dari Swedia yang mendapatkan harga sangat murah.
ADVERTISEMENT
"Saya mendapatkan tarif enam hari di hotel selatan seharga USD 200 sudah termasuk perawatan ayurveda gratis," kata turis berusia 52 tahun itu.