Gereja di Nigeria Diserang, Presiden Bola Tinubu Tunda ke G20

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan bagian dalam Gereja Apostolik Kristus, sehari setelah serangan bersenjata yang menewaskan banyak orang dan menculik pendeta serta beberapa jemaat, di kota Eruku, negara bagian Kwara, Nigeria, Rabu (19/11/2025). Foto: Abdullahi Dare Akogun/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan bagian dalam Gereja Apostolik Kristus, sehari setelah serangan bersenjata yang menewaskan banyak orang dan menculik pendeta serta beberapa jemaat, di kota Eruku, negara bagian Kwara, Nigeria, Rabu (19/11/2025). Foto: Abdullahi Dare Akogun/REUTERS

Kelompok bersenjata menyerang sebuah gereja di Nigeria. Serangan itu menewaskan setidaknya dua orang, sementara pastor dan sejumlah jemaat diculik.

Serangan itu terjadi pada Selasa (18/11) malam di Eruku, sebuah kota di negara bagian Kwara. Dalam video yang diunggah oleh media lokal dan telah diverifikasi Reuters menunjukkan ibadah yang digelar di Gereja Apostolik Kristus terganggu karena tembakan dan memaksa mereka berlindung.

Kelompok bersenjata terlihat masuk ke gereja dan mengambil barang bawaan jemaat sambil terus melepaskan tembakan. Gubernur Kwara segera memerintahkan pengerahan lebih banyak pasukan keamanan setelah serangan ke gereja.

Polisi kemudian merespons serangan itu pukul 18.00 waktu setempat pada Selasa (18/11) dan menemukan satu orang tewas tertembak di dalam gereja dan satu korban lagi di semak-semak. Saksi mata menyebut setidaknya tiga jemaat gereja tewas.

"Mereka kemudian mengumpulkan beberapa jemaat, termasuk pastor, dan membawa mereka ke semak-semak," kata seorang jemaah, Joseph Bitrus, dikutip dari Reuters, Kamis (20/11). Dia tidak menyebut berapa banyak jemaat yang diculik oleh kelompok bersenjata.

Pemandangan bagian dalam Gereja Apostolik Kristus, sehari setelah serangan bersenjata yang menewaskan banyak orang dan menculik pendeta serta beberapa jemaat, di kota Eruku, negara bagian Kwara, Nigeria, Rabu (19/11/2025). Foto: Abdullahi Dare Akogun/REUTERS
kumparan post embed

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari dari penculikan 25 siswi Sekolah Menengah Komprehensif Putri Pemerintah di negara bagian Kebbi. Keberadaan mereka hingga kini masih tidak diketahui.

Dua kejadian dalam waktu berdekatan ini membuat Presiden Bola Tinubu menunda perjalanannya ke Afrika Selatan untuk KTT G20 dan ke Angola untuk KTT Uni Afrika-Uni Eropa demi menerima pengarahan terkait peristiwa ini, dan memerintahkan lebih banyak pasukan untuk memburu para pelaku di Kwara.

Juru bicara presiden Bayo Onanuga mengatakan, Tinubu memerintahkan badan keamanan untuk melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk membebaskan siswi yang diculik para bandit dan membawa mereka pulang dengan selamat.

Nigeria saat ini menghadapi pemberontakan kelompok Islamis di timur laut, penculikan dan pembunuhan oleh kelompok bersenjata utamanya di barat laut, dan bentrokan berdarah utamanya antara penggembala yang mayoritas Muslim dan petani mayoritas Kristen di wilayah tengah.

Amerika Serikat bahkan menetapkan Nigeria sebagai negara yang dapat perhatian khusus.