Gereja Ortodoks Minta Pemerintah Serbia Ikuti Cara Putin Tangani LGBT
·waktu baca 2 menit

Ribuan umat Kristen Ortodoks di Serbia menggelar aksi menolak EuroPride yang akan digelar pada September mendatang. EuroPride adalah festival yang didedikasikan untuk mendukung LGBT.
Pada aksi besar yang digelar hari Minggu (28/8) lalu, sejumlah tokoh Kristen Ortodoks terkemuka di Serbia turut hadir. Salah satunya adalah Romo Nikanor.
Dalam pidatonya di depan ribuan peserta aksi menolak LGBT, Romo Nikanor memuji keputusan pemerintah membatalkan EuroPride. Menurutnya, LGBT adalah aib bagi negara, Gereja dan keluarga.
Romo Nikanor menegaskan perilaku LGBT adalah abnormal. Ia lantas meminta Pemerintah Serbia mengikuti langkah Presiden Rusia Vladimir Putin menangani LGBT.
Pada 2013 Putin meneken Undang Undang melarang propaganda LGBT terhadap anak-anak. Pelanggar dapat dijatuhi hukuman denda sampai penjara.
"Kami umat beragama siap kembali turun ke jalan untuk mereka yang berniat menghancurkan nilai-nilai Serbia," kata Romo Nikanor seperti dikutip dari AFP.
Sementara itu, Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyebut keputusan apakah EuroPride bakal tetap digelar di negaranya atau tidak, akan dibicarakan terlebih dulu dengan parlemen. Hanya ada dua keputusan yang bakal diambil yaitu menunda atau membatalkan EuroPride.
Derasnya kontroversi terkait EuroPride tidak membuat pihak penyelenggara gentar. Mereka menegaskan siap menggelar festival tahunan Eropa itu di Serbia.
"EuroPride akan tetap berjalan seperti rencana, tanggal 17 September," kata salah satu penyelenggara Marko Mihailovic.
