Gerhana Matahari Cincin Di Semarang Terlihat 0,1 %, Berlangsung Selama 20 Menit

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto:  Afiati Tsalitsati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) dapat dinikmati di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di Kota Lumpia, pengamatan dilaksanakan BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Semarang di menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pantauan kumparan, tim dari BMKG mulai persiapan pemantauan GMC sejak pukul 14.00 WIB. Selain BMKG, pengamatan juga diikuti tim Falak Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

embed from external kumparan

Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Hanya terlihat satu dua pengunjung dari warga yang ingin melihat fenomena GMC tersebut. Di lain sisi, pengurus MAJT juga menggelar salat gerhana usai pelaksanaan salat Asar.

Bidang analisis geopotensial dan tanda waktu BMKG Pusat, dr Suaidi Ahadi mengatakan, Semarang mendapatkan visual gerhana matahari sebagian.

“Kami melakukan pengamatan Garhana Matahari Cincin. Di Indonesia, kebetulan di Kota Semarang mendapatkan visual gerhana matahari sebagian yang hanya 20 menit,” ujar Suaidi, Minggu (21/6).

Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

“Dan terlihat hanya 0,1 persen,” imbuhnya.

Suaidi menjelaskan, gerhana matahari sebagian yang terlihat di Semarang ini merupakan fenomena persentuhan antara piringan matahari dengan piringan bulan.

Suaidi mengatakan, kondisi cuaca jadi kendala utama dalam pengamatan fenomena GMC. Dalam pengamatan kali ini, cuaca di Semarang cukup berawan sehingga matahari tertutup awan.

“Saat ini di Semarang, kita tahu cuacanya berawan. Mudah-mudahan kita bisa melihat walaupun kondisi berawan,” ujarnya.

Sementara itu, pakar ilmu falak UIN Walisongo, dr Ahmad Izzudin menambahkan, keikutsertaan timnya dalam pengamatan ini diharapkan bisa menjadikan data yang didapat untuk verifikasi pergerakan matahari.

Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

“Harapannya memang data ini menjadi bukti verifikasi bagaimana verifikasi pergerakan matahari yang tentunya benar sesuai dengan hitungan yang selama kita lakukan atau tidak,” katanya.

“Tadi dinyatakan hanya 20 menit dan terlihat 0,1 persen. Bertepatan dengan ini juga, di dalam masjid digelar salat gerhana,” imbuhnya.

Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin di Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Selain di Semarang, pengamatan fenomena GMC ini juga dilaksanakan di 19 titik tersebar se Indonesia dari Papua sampai dengan Aceh.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona!