Gerindra Bela Jokowi soal Stafsus Milenial: Sesuai Kebutuhan Presiden

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (tenga) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11).  Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (tenga) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Presiden Jokowi telah mengumumkan tujuh orang staf khusus barunya pada Kamis (21/11) di Istana Mereka, Jakarta. Ketujuh orang tersebut merupakan generasi milenial.

Wakil Ketua Umum Partai Gerinda Sufmi Dasco Ahmad menyebut, pemilihan stafsus dari kalangan milenial sudah sesuai dengan kebutuhan Jokowi untuk menjalani masa pemerintahannya periode kedua.

“Saya pikir itu sesuai kebutuhan, yang dibutuhkan oleh Presiden, itu yang pertama. Dan sepanjang aturannya memungkinkan, saya pikir tidak masalah,” ucap Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11).

Dasco juga mengapresiasi langkah Jokowi yang mempercayakan generasi muda untuk mengemban tugas penting di pemerintahannya. Ia yakin meski para staf khusus Jokowi adalah generasi milenial, mereka bisa membantu Presiden dalam mencapai program-program yang ditetapkan.

Politisi Gerindra, Sufmi Dasco. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

“Dan saya juga sangat apresiasi terhadap stafsus Pak Presiden yang kemarin kita lihat itu muda, milenial, visioner. Sehingga saya pikir Pak Presiden dapat terbantu dengan adanya stafsus yang baru diumumkan kemarin,” kata Wakil Ketua DPR ini.

Mengenai jumlah stafsus yang mencapai 7 orang, Dasco menilai hal itu bukanlah suatu masalah. Menurut dia, penggunaan stafsus di luar negeri, jumlahnya memang banyak.

Lebih lanjut, ia membantah persepsi publik bahwa karena masih muda, para stafsus ini akan kesulitan untuk berkecimpung di dunia pemerintahan.

"Kalau saya lihat dari nama-nama dan juga bidang-bidangnya saya pikir memang Presiden sudah tepat memilih. Dan saya pikir tak perlu diperdebatkan lagi karena itu prerogatif dan tanggung jawab beliau," tutur Dasco.

Dasco juga tak mempermasalahkan pernyataan Jokowi bahwa para staf khusus tersebut tak diwajibkan ngantor di Istana. Menurut dia, ada beberapa bidang pekerjaan yang memang tak harus ngantor.

“Saya lihat justru bidang kreatif yang enggak perlu di kantor. Kalau di kantor dia justru enggak kerja nanti. Dia harus banyak melakukan observasi, harus banyak melakukan study-study ke lapangan. Sehingga kalau dilihat efektivitas, ya ada yang justru kalau dia berada di kantor terus ya enggak efektif ternyata,” tutup Dasco.

kumparan post embed

Berikut adalah 7 nama staf khusus Jokowi:

1. Adamas Belva Syah Devara, 29 tahun, pendiri Ruang Guru

2. Putri Indahsari Tanjung, 23 tahun, CEO dan Founder CreativePreneur

3. Andi Taufan Garuda Putra, 32 tahun, CEO PT Amartha Micro Fintech

4. Ayu Kartika Dewi, 36 tahun, perumus Gerakan Sabang Merauke

5. Gracia Billy Mambrasar, 31 tahun, putra asli Papua

6. Angkie Yudistia, 32 tahun, penyandang disabilitas yang aktif di bidang sociopreneur. Akan menjadi juru bicara Jokowi di bidang sosial.

7. Aminudin Maruf, 33 tahun, pernah jadi Ketua Umum PB PMII