Gerindra: Jumlah Kabinet dan Nama Menteri Prabowo Sudah Mengerucut
·waktu baca 2 menit

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan perkembangan terkait susunan kabinet dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prabowo dikabarkan bakal punya 44–54 menteri. Ada kementerian yang dipecah jadi dua, bahkan tiga kementerian; ada kementerian koordinator baru; dan ada sejumlah badan baru setingkat kementerian.
Muzani mengatakan, jumlah pasti kabinet belum bisa diumumkan. Meski begitu, ia menyebut pembahasan kabinet termasuk nama menteri sudah mengerucut.
"Saya kira finalisasi sudah mulai mengerucut, sudah mulai mengerucut portofolio, mungkin jumlah dan nama-nama," kata Muzani kepada wartawan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9).
Terkait komposisi menteri dari kalangan parpol dan profesional, Muzani memastikan Prabowo akan memilih putra-putri terbaik.
"Ya kita berpandangan bahwa pada menteri-menteri yang terkait adalah orang-orang yang memiliki keahlian dan profesi di bidangnya sehingga mereka mengerti," ucap dia.
Pimpinan MPR ini mengatakan, banyak fokus yang bakal dijalankan oleh pemerintahan Prabowo. Konsekuensinya, akan ada kementerian yang dipecah sehingga jumlah menteri bertambah.
"Jumlah banyak itu kan karena ada bidang-bidang yang dirangkap dalam 1 kementerian, oleh Pak Prabowo karena ingin ada pemfokusan pada program pada bidang itu maka kementerian itu dipecah," kata Muzani.
Jumlah Komisi di DPR Bakal Bertambah
Muzani menuturkan, penambahan jumlah menteri otomatis juga akan berdampak pada jumlah Komisi di DPR. DPR saat ini mempunyai XI Komisi. Nantinya, jumlah Komisi DPR akan menyesuaikan dengan jumlah kementerian.
"Itu kan paralel. Kalau jumlah kementerian bertambah, termasuk lembaga maka kalau dipertahankan XI Komisi yang sekarang ini ada maka beban di sini akan berat dalam hal mitra pemerintah. Karena itu ada pemikiran ditambah," kata Muzani.
"Berapa? Nanti akan bergantung pada lobi komisi-komisi yang akan berlangsung setelah DPR dilantik," tutup dia.
