Gerindra Kritik Parpol Pendukung Jokowi Bertemu Seskab: Abuse of Power

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fadli Zon (Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fadli Zon (Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan)

Partai Gerindra angkat bicara soal pertemuan yang digelar antara para sekjen parpol koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla dengan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Sebagai partai oposisi, Gerindra menyebut bahwa pertemuan yang digelar di kantor Seskab Pramono Anung itu telah menyalahi aturan karena menggunakan fasilitas negara untuk konsolidasi.

“Saya tidak tahu agendanya apa ya. Kalau agendanya terkait dengan kepentingan nasional tidak masalah. Tapi kalau terkait dengan kepentingan partai politik bukankah itu institusi negara? Harusnya dicari tempat lain di salah satu markas partai atau di rumah ketumnya. Jadi abuse of power,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/5).

Lebih lanjut, Fadli menuturkan, hal ini bukan pertema kali Presiden Joko Widodo menggunakan fasilitas negara untuk melakukan konsilidasi bersama partai koalisi. Maka, Fadli menyebut, akan menegur dan mengingatkan sikap pemerintah itu melalui komisi terkait.

“Ya itu kan salah, kita harus ingatkan. Saya kira nanti di komisi terkait kita akan suarakan itu, jangan dong menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai atau yang terkait langsung dengan kepentingan untuk pilpres,” imbuh Fadli.

Meski begitu, Fadli menyebut partainya sama sekali tidak gentar dengan manuver partai koalisi.

“Kalau ketar-ketir si enggak, yang ada kita semakin optimistis. Bahwa Gerindra akan menang dan 2019 akan ganti presiden,” tutupnya.

Sekjen partai koalisi pendukung pemerintah bertemu dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pertemuan itu digelar di kantor Pramono pada siang ini, Senin (7/5). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu yang tengah hangat seperti capaian pemerintahaan hingga tenaga kerja asing. Pertemuan juga membahas strategi untuk menangkal berbagai isu yang menyerang Jokowi-JK.

Dalam pertemuan itu, tampak Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen NasDem Johnny G. Plate. Hadir pula Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Ansori Saleh. Dalam pertemuan itu, tidak tampak Sekjen PAN Eddy Soeparno.