Gerindra: Prabowo IQ-nya Tinggi, Bisa Pidato Bahasa Inggris Tanpa Teks Juga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Pembina Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), Prabowo Subianto, usai menghadiri Reuni Akbar dan Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu (3/5/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Pembina Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), Prabowo Subianto, usai menghadiri Reuni Akbar dan Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu (3/5/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Eks Wagub DKI sekaligus Ketua Relawan Pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres, Riza Patria, mengagung-agungkan calonnya. Ia menyebut Prabowo sosok cerdas untuk menjadi pemimpin.

"Kita pilih pemimpin Indonesia enggak boleh main-main. Kalau salah akan hancur, gagal. Beliau punya bibit bebet bobot. Beliau juga cerdas, lahir sudah cerdas, IQ-nya tinggi. Pintar. Sejak SD kalau weekend guru kasih 5 buku dibaca," jelas Riza dalam deklarasi Relawan Prabowo 08 di Jakarta, Senin (8/5).

"Jadi beliau terima kasih pada gurunya waktu sekolah yang maksa beliau baca. Akhirnya beliau punya wawasan luas," sambungnya.

Ukur kecerdasan orang menurutnya sederhana. Ajak saja Prabowo bicara, pasti makin lama makin menarik.

"Kalau kita diskusi dengan Pak Prabowo semakin lama bukan bosan, semakin asyik dan mengagumi dan ingin menggali. Selain cerdas, pejuang luar biasa, kalau orang bicara hati untuk bangsa siap mati," tuturnya.

Mantan Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di rumah duka Ferry Mursyidan Baldan. Foto: Jonathan Devin/kumparan

"Ketika beliau lulus SMA memutuskan masuk tentara sudah tahu taruhan mati. Dia buktikan. Saya tidak ingin bedakan, tentara ada yang di belakang tempur, ada yang di medan," imbuhnya.

Selain itu, Riza menyinggung soal kemampuan Prabowo berbahasa asing. Menurutnya ke depan, hal ini penting di mata internasional.

"Ada potensi perang, kita butuh pemimpin berwawasan luas, cerdas, dan paham geopolitik. Beliau mampu 4 bahasa tapi enggak pernah genit soal bahasa asing," katanya.

"Beliau pakai bahasa asing ya di event internasional, bahkan mampu tanpa teks. Kita butuh pemimpin yang dapat rumuskan, dialog, kepentingan internasional. Beliau mampu berdialog dan debat dengan pemimpin dunia, Rusia, Putin," tutup dia.