Gerindra Sindir PDIP: Dukung Edy Terpaksa karena Tak Punya Kader di Pilgub Sumut

Gerindra Sumut mempertanyakan sikap PDIP yang belum juga menentukan siapa sosok yang akan didukung di Pilgub Sumut. Sebab, selain Bobby Nasution, tokoh yang tersedia saat ini tinggal Edy Rahmayadi.
Sekretaris Gerindra Sumut Sugiat Santoso mengatakan, PDIP harus berpikir panjang sebelum menjatuhkan pilihan ke Edy Rahmayadi. Dia lalu nyinyir jangan sampai memilih Edy karena terpaksa.
“Saya khawatir pun PDIP mendukung Edy mungkin karena terpaksa, enggak ada kadernya yang mumpuni untuk maju sebagai calon gubernur,” kata Sugiat saat dihubungi, pada Jumat (12/7).
“Karena dari segi apa PDIP bisa mendukung Edy? Misalnya dari segi kaderisasi, regenerasi, enggak nyambung. Dari segi prestasi gagal selama lima tahun memimpin Sumut gagal total kan,” sambungnya.
Selain itu, menurut Sugiat, selama ini PDIP juga menggaungkan untuk mengutamakan kader. Sementara, Edy juga bukan kader.
“Kalau selama ini memprioritaskan kader, Edy bukan kader PDIP,” jelasnya.
Untuk itu, Sugiat membuka ruang agar PDIP segera merapat ke Gerindra dan mendukung Bobby. Dengan begitu, Bobby melawan kotak kosong.
Lagi pula, kata Sugiat, bila PDIP memaksakan menjadi rival akan kemungkinan kalah. Ia pede Bobby akan mulus menang.
“Ya gabung saja. Ya ngapain melawan kalau hasilnya kalah?” kata dia.
“Kita buka komunikasi dengan seluruh partai, bahkan bukan hanya dengan PKS, bahkan dengan PDIP sendiri kita secara informal kita terus jalin komunikasi. Bahwa sudahlah, kalau bisa, enggak usah, ngapain kita capek-capek dalam konteks gubernur ini, karena toh berdasarkan survei berdasarkan hitungan politik, Bobby berpeluang besar menang kan,” sambung dia.
