Gerindra soal Duet Prabowo-Puan: Kita Hormati Cak Imin, Akan Dibahas Bareng

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono berkomentar soal skenario duet Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Dalam simulasi capres-cawapres yang dilakukan lembaga survei Poltracking Indonesia, Prabowo dan Puan diduetkan unggul lawan Ganjar atau Anies.
Keduanya pun akan menggelar silaturahmi akhir pekan ini di Hambalang. Ferry memastikan Gerindra akan berdiskusi dengan PKB apabila ada anggota koalisi baru yang akan bergabung. Menurutnya, Gerindra tak akan melangkahi PKB dalam menyusun paket capres-cawapres.
"Ya, terbuka lah [duet Prabowo-Puan]. Tapi kan kita juga tentu harus menghormati Pak Muhaimin yang sudah duluan berkoalisi. Tentu nanti kalau ada tambahan teman koalisi, kan, harus duduk bareng sampai proses pengambilan keputusan siapa capres, siapa cawapresnya," ungkap Ferry, Kamis (31/8).
"Kita menghargai, Pak Muhaimin juga salah satu yang menjadi pertimbangan kuat untuk menjadi calon wakil. Bahkan, kan, kalau dari PKB mengharapkan Pak Muhaiminnya malah jadi calon presiden," imbuh dia.
Ferry mengaku pertemuan Prabowo dan Puan pekan ini masih dalam tahap silaturahmi kebangsaan. Ia menambahkan, koalisi Gerindra-PKS solid dan akan memimpin siapa pun parpol koalisi baru yang bergabung belakangan.
"Kan ini bukan koalisi, ini, kan, silaturahmi dengan partai-partai lain, artinya Mbak Puan juga sebagai salah satu calon kandidat ya kita hargai untuk datang, dan hubungan Pak Prabowo dengan Bu Mega dan Mbak Puan kan bagus," ujar dia.
"Kalau mengenai soal koalisinya, kan, belum sampai ke tingkat itu. Masalah koalisi, ya, tentu harus membicarakan juga bersama dengan PKB. Kerja sama partainya sudah sampai kabupaten/kota ini," tandasnya.
