Gerindra soal Wagub DKI: PKS Harus Evaluasi 2 Calon Tak Menarik DPRD

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra, M Taufik Foto: Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra, M Taufik Foto: Herasmaranindar/kumparan

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta menyarankan kepada PKS segera mengevaluasi calon wakil gubernur yang disodorkan dari dua sudut pandang.

Pertama, terkait dengan sosok atau figur yang diusung PKS apakah menjadi faktor utama mengapa hingga saat ini belum ada kemajuan.

"Saya ingin mengajak teman-teman PKS ayo kita evaluasi dong. Kok ini tidak jalan. Kan mesti evaluasi dari dua sudut pandang. Pertama apakah figur yang kita munculkan itu buat teman-teman tidak menarik karena penilaian-penilaian tertentu, sehingga kredibilitasnya dianggap kurang atau ada hal lain gitu, kan gitu," kata Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI, M Taufik di ruangannya, Kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (28/10).

Di sisi lain, Taufik menyoroti komunikasi yang dijalin PKS dengan anggota dewan lainnya. Dia menilai, lobi-lobi yang dibangun oleh PKS kepada DPRD belum maksimal.

"Jadi dua hal ini harus dievaluasi. Kan begitu dia masuk ranah dewan kan harusnya ada komunikasi yang intens dong," imbuh Taufik.

kumparan post embed

Menurut Taufik, PKS sangat tidak efektif dalan membangun komunikasi atau lobi-lobi kepada setiap fraksi di DPRD. DPRD DKI juga berpandangan dua sosok yang diusung PKS menjadi wagub kurang bisa diterima.

"Komunikasinya lemah menurut saya. Ya pandangan kawan-kawan (dua sosok yang diusulkan PKS) kurang bisa diterima," ungkap Taufik.

Dua Kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Foto: Facebook/@H. Agung Yulianto SE, Ak. MKom

PKS sebelumnya mengusulkan dua nama untuk menjadi wagub yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Saat ini kedua nama itu sudah disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan ke pimpinan DPRD, untuk selanjutnya dilakukan pembahasan.

Namun demikian, Taufik mengatakan, DPRD berusaha agar sebelum memasuki 2020, Wagub DKI sudah ditentukan.

"Ya insyaallah sebelum tahun baru. Makanya saya mau mengajak evaluasi itu. Kan PKS mesti pikirkan kenapa tidak diterima-terima, jangan salahkan kita tidak dukung. Gimana ko malah nyalahin kita," tuturnya.

"Gerindra sendiri sudah melakukan upaya sebagaimana mestinya. Kita sudah sesuai dengan apa yang diinginkan PKS sudah kita penuhi. Cuma harus ada kesadaran untuk mengevaluasi kenapa ini tidak jalan," pungkasnya.

kumparan post embed