Gerindra Solo Tolak Budi Arie
·waktu baca 2 menit

Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno menegaskan Gerindra Solo menolak Ketua Projo sekaligus eks Menkominfo Budi Arie Setiadi gabung Partai Gerindra.
“Solo sendiri juga sama (menolak), tidak begitu bisa menerima, Budi Arie Projo masuk Gerindra,” ujar Ardianto, Selasa (11/11).
Dia menegaskan Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo. Dengan masuknya Budi Arie, menurutnya justru bisa merusak tatanan partai.
“Karena Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo itu. Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai. Karena dia punya pemikiran berbeda dengan AD/ART Gerindra,” katanya.
Dia menegaskan rencana masuknya Budi seolah-olah dia sudah punya power tinggi bisa merusak. Atas, dasar itu pihaknya menolak.
“Itu dia masuknya seolah-olah dia sudah punya power tinggi bisa merusak. Saya tidak setuju sekali, Budi masuk Gerindra karena levelnya sudah berbeda,” ucap dia.
“Kalau saya ketua DPC Solo menolak, maka badan partai secara umum dan kader pengurus ikut menolak. Ini akan sampaikan ke DPP Gerindra,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi kembali terpilih memimpin organisasi pendukung Presiden Joko Widodo itu untuk periode 2025–2030.
Namun tak lama setelah terpilih, Budi menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan Gerindra.
“Saya meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk saya bergabung ke Partai Gerindra,” kata Budi Arie dalam acara Rakernas Projo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (2/11).
Budi menegaskan, dirinya belum resmi menjadi kader Gerindra dan masih menunggu keputusan dari partai tersebut
