Gerindra Ungkap Alasan Pecat M Taufik: Bermanuver, Tak Loyal, dan Kasus Korupsi
ยทwaktu baca 2 menit

DPP Gerindra resmi memecat M Taufik sebagai kader. Wakil Ketua Mahkamah Partai DPP Gerindra, Wihadi Wiyanto, mengungkapkan sejumlah alasan mengapa partainya memecat Taufik sebagai kader.
Alasan yang pertama, Taufik dinilai sudah tidak loyal dengan Gerindra. Wihadi mengatakan, Taufik banyak melakukan manuver ketika muncul kabar pergantian Wakil Ketua DPRD DKI.
"Saudara Taufik ternyata banyak melakukan manuver-manuver. Kemudian dari situ kita juga mendengar saudara Taufik akan mengundurkan diri atau keluar dari Partai Gerindra," kata Wihadi di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Selasa (7/6).
Selain itu, Taufik juga dinilai berbohong. Pada sidang pada 21 Februari 2022, Taufik menyatakan akan tetap loyal kepada partai. Ia memastikan tak akan mundur dari Gerindra.
Tapi, perkataan M Taufik di publik berbeda.
"Dia sudah menyatakan pindah, mau pindah, padahal, kan, kita tanya dia tidak pindah. Berarti, kan, dia sudah pada saat sidang kalau dia di dalam sidang mengatakan itu maka tidak ada kebohongan. Tetapi karena pada saat sidang, ya, dia bohong dan itu adalah kebohongan yang tidak boleh dilakukan. Ada pasalnya kalau dia tidak boleh bohong, apalagi dia di sumpah," kata dia.
"Dan salah satunya kita melihat bahwa saudara Taufik ini banyak beberapa hal yang juga menjadi catatan. Salah satunya hingga saat ini pada saat saudara Taufik menjadi Ketua DPRD, kantor DPD tidak ada. Dan juga pada saat pilpres, DKI Jakarta itu kalah. Itu menjadi catatan juga," lanjutnya.
Hal lain yang menjadi pertimbangan keputusan partai adalah dugaan kasus korupsi yang prosesnya masih berjalan di KPK.
"Nah melihat itu dan juga melihat adanya ketidakloyalan daripada saudara Taufik ini dan juga menyalahi daripada apa yang sudah disampaikan 21 Februari, di mana dia mengatakan akan tetap dengan Partai Gerindra," tuturnya.
Lebih lanjut, Wihadi menegaskan pemecatan Taufik bukan karena dia mendukung Anies untuk Pilpres 2024. Ia juga menyebut pemecatan ini bukan karena Taufik memutuskan pindah ke NasDem.
"Enggak. Kita secara internal kita sudah memutuskan adanya ketidakloyalan itu. Karena memang tidak loyal," ungkapnya.
