Gerindra Ungkap Alasan Pilih Taj Yasin Cawagub Jateng Bukan Kaesang

Partai Gerindra telah memberikan surat rekomendasi untuk pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin maju Pilgub Jateng. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengungkap alasan partainya memilih Taj Yasin bukan Putra Jokowi, Kaesang Pangarep.
"Jadi cawagub di semua provinsi pertimbangannya adalah menguatkan cagub, melengkapi cagub. Karena ini nantikan pasangan. Sehingga kalau apa-apa yang ada dalam kekuatan gubernur tentu kita akan mencari kekuatan yang berbeda dari wagub," kata Muzani di DPP Gerindra, Jakarta, Jumat (23/8).
"Itu sebabnya kita kemudian memasangkan Pak Luthfi dan Taj Yasin," tambahnya.
Muzani lalu mengungkapkan kelebihan Taj Yasin yang bisa melengkapi Luthfi. Salah satunya karena Taj Yasin seorang santri.
"Taj Yasin keunggulannya ya santri lah. Pengasuh pondok," ujarnya.
Menurut Muzani, Jateng didominasi santri. Keputusan ini bukan karena politik identitas.
"Karena di Jateng itu kan santri lumayan dominan dan itu saya kira terjadi di setiap pilkada kalau dominasi suku tertentu ada, ya pasangannya dengan suku yang dominan ini. Itu biasa," kata Muzani.
"Entah identitas profesi, kedaerahan, suku, itu selalu dikombinasikan supaya menjadi sebuah kekuatan. Sehingga menggambarkan kekuatan daerah itu," tambahnya.
Saat ditanya apakah sosok Kaesang tidak sekuat Taj Yasin? Muzani enggan menjawab.
Sebelumnya Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya mengusung Luthfi-Taj Yasin bukan Kaesang. Ini sudah dibicarakan sejak sekitar seminggu lalu. Kaesang tak dipilih bukan karena putusan MK.
Dalam putusan MK terbaru, usia Kaesang tak mencukupi untuk maju di Pilgub Jateng. Saat penetapan calon 22 September, ia belum genap 30 tahun. Ia baru berulang tahun pada 25 Desember.
"Itu kan ada aspirasi-aspirasi dari beberapa usulan. Tapi keputusannya bukan karena ini (putusan MK)," tutur dia.
