Gibran Paparkan Strategi Perangi Narkoba: Sikat Bandar, Rutinkan Tes Urine ASN

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui "virtual box" saat Kampanye Blusukan Online di kampung Dawung, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui "virtual box" saat Kampanye Blusukan Online di kampung Dawung, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9). Foto: Dok. Istimewa

Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjelaskan strateginya soal memerangi narkoba di Solo dalam debat perdana Pilwalkot Solo malam ini. Gibran mengakui kini angka penyalahgunaan narkoba di Solo cukup tinggi.

Untuk memerangi narkoba, Gibran akan memulai dahulu di lingkungan Pemerintah Kota Solo.

"Tidak boleh ada ASN yang masuk lingkungan narkoba. Kita harus lebih rutinkan tes urine," kata Gibran dalam Debat Kandidat Pilwalkot Solo di Hotel Sunan, Jumat (6/11)

Untuk lingkungan sekolah, Gibran menyebut dirinya akan bekerjasama dengan dinas terkait dan memperbanyak edukasi soal narkoba ke lingkungan sekolah.

"Kita harus secara konsisten memberi edukasi ke anak sekolah tentang bahaya narkoba ini. Kita kerja sama dengan BNN, ini bandar-bandar narkoba, perdagangan gelap narkoba di Solo harus disikat," papar anak sulung Presiden Jokowi itu.

Lebih lanjut, sebagai alternatif untuk anak-anak muda Solo memiliki tempat untuk mencurahkan kreativitasnya, ia akan membuat program creative hub dan public space (ruang publik).

Menurut Gibran, hal ini penting sehingga anak muda Solo tidak terjerumus ke dalam narkoba.

"Agar anak-anak di Solo bisa membentuk ekosistem yang produktif, ekosistem bisnis yang dikomandoi anak-anak muda, dengan space-space yang produktif ini, anak muda akan terhindar dari narkoba. Saya yakin anak muda kota Solo bisa bebas dari narkoba," tutup Gibran.