Gibran Rakabuming: Bisnis Itu Tugas Negara
Berbisnis sudah menjadi passion bagi seorang Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Joko Widodo. Meski sang ayah justru beralih, dari bisnis ke politik, Gibran tetap tekun dan serius mengembangkan bisnis di usia yang relatif muda.
Dalam wawacara khusus dengan kumparan (kumparan.com), Gibran dengan mantap menyebut pengusaha adalah jalan karier baginya. Ia tidak akan mengikuti jejak sang ayah yang berkarier di dunia politik. Karpet merah karena menyandang status anak Presiden tak menggodanya untuk beralih profesi menjadi seorang politisi.
"Ini passion saya, nyaman saja. Enggak mungkin saya ke politik," ujar Gibran sambil ngopi di arena CFD, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8).
Memulai bisnis di usia yang relatif muda, 23 tahun, Gibran merintis karier dengan membangun katering Chilli Pari di Solo. Meski saat itu ayahnya adalah Wali Kota Solo, Gibran mengaku tak sepeser pun mendapat bantuan dari sang ayah. Sama seperti pengusaha lainnya, bolak balik ke bank ia jalani demi mendapat tambahan modal.
Mandiri dalam berbisnis, hal itulah yang sudah ia tanamkan sejak awal. "Kalau modal semua saya cari sendiri, enggak ada bantuan dari Bapak sama sekali," ujarnya.
Chilli Pari pun berkembang, setelah merasa modal yang dipunya cukup, Gibran memutuskan untuk melakukan diversifikasi usaha. Ia melebarkan sayap ke bisnis lain, masih kuliner. Ayah dari Jan Ethes Srinarendra ini kemudian melahirkan martabak Markobar di tahun 2015.
Gibran menyebut diversifikasi usaha ke martabak dilakukan karena melihat peluang pasar yang signifikan. Agar berbeda dengan produk martabak yang lain, Gibran melakukan terobosan. Ia mengaku terinspirasi dari bentuk pizza.
"Markobar kita adaptasi dari pizza, kalau martabak kan biasanya dilipat kalo markobar, kita potong jadi 8 slice," tuturnya.
Di saat yang bersamaan, ia juga melebarkan sayap membangun kedai kopi lokal. "Kan kita bikin martabak, jadi supaya ada minumnya," ujar Gibran singkat.
Bisnis Markobar mendapat respons yang luar biasa. Gibran mengaku profit yang diraup cukup besar. Karena respons masyarakat yang ramai, ia pun membuka cabang Markobar di beberapa kota lain di luar Solo. Jakarta, Bandung, Medan, Manado menjadi kota-kota yang menjadi pilihan Gibran sebagai cabang Markobar. Hingga saat ini, ada 29 outlet Markobar di seluruh Indonesia.
Gibran bahkan berencana untuk melebarkan sayap ke luar Indonesia. Ia akan membuka gerai Markobar di Filipina. Mengapa memilih Filipina?
"Filipina kan salah satu negara di Asia, kita sudah survei, Singapura, Malaysia, Brunei, Filipin, orang-orangnya punya budaya makan makanan manis," ujar Gibran.
Suami Selvi Ananda ini kemudian melakukan sebuah terobosan baru dalam berbisnis, jualan jas hujan. Jas hujan transparan ini diluncurkan pada April 2017. Gibran menjelaskan mengapa memilih jas hujan sebagai unit usahanya yang baru.
"Ya diversifikasi bisnis aja. Kita lihat ada kesempatan di pasar ya kita ambillah," ujarnya.
Gibran mengatakan nantinya ia tak hanya akan meluncurkan jas hujan.
"Nanti kita ada semua utilities untuk kerja. Kalau jas hujan kan bisa dipakai pas hujan, untuk di proyek, multifungsi sebenarnya," katanya.
Tagline tugas negara di jas hujan Gibran juga punya filosofi tersendiri.
"Filosofi tugas negara ini kan semua orang punya kontribusi ke negara. Punya tugas negara, kontribusi sekecil apa pun kan tugsa negara," katanya.
Gibran tampak menikmati kehidupan sebagai pengusaha muda dengan keluarga kecilnya. Ia mengaku profesi sebagai pengusaha memudahkannya untuk bertemu istri dan anaknya.
"Jadi pengusaha kan malah lebih fleksibel. Enggak ada jam kerja bisa ngajak anak istri ke kantor, lebih fleksibel," ujarnya.
Untuk saat ini, Gibran masih fokus ke unit-unit bisnis yang sudah dibangunnya. Namun, ia sangat terbuka terhadap peluang bisnis lain di masa mendatang.
