Gibran Sebut Nadiem Pahlawan: Kalau Tak Ada Dia Saya Cuma Jual Makanan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. 
 Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi pembicara di sebuah diskusi bertema Hari Pahlawan. Diskusi ini digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta di Hotel Balaiurang, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/11).

Gibran sempat ditanya oleh pembawa acara siapa pahlawan favoritnya. Ia pun menyebut 3 nama.

“Bung Karno, Bung Hatta, Nadiem,” kata Gibran di lokasi.

Untuk nama terakhir yang ia sebut, Gibran menjelaskan, mengapa menganggap sosok Nadiem Makarim sebagai seorang pahlawan. Menurut dia, pria yang kini menjabat Mendikbud itu merupakan orang yang menginspirasinya.

“Beliau adalah orang yang menginspirasi saya. Mungkin Bapak, Ibu mengenal saya pengusaha kuliner tapi, di luar kuliner saya punya beberapa usaha lain yang bergerak di bidang teknologi,” ucap Gibran.

Ternyata, kata Gibran, Nadiem memiliki peran sehingga Gibran melebarkan sayap bisnis di bidang teknologi.

Gibran Rakabuming di acara Talk show DPD Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta di Hotel Balaiurang, Matraman, Jakarta Timur Foto: Raga Imam/kumparan

“Kalau enggak ada Nadiem mungkin saya cuma jual makanan saja. Jadi beliau ini adalah orang yang menginspirasi saya, mendorong saya untuk maju dan orang yang benar-benar kekinian dan memanfaatkan teknologi,” imbuh Gibran yang ingin maju di Pilwalkot Solo 2020 ini.

Dalam diskusi yang digelar oleh organisasi sayap pemuda PDIP tersebut, Gibran juga menceritakan bagaimana ekspansi bisnisnya sudah berkembang. Kesuksesan ini baik di sektor kuliner maupun teknologi.

“Pagi tadi misalnya saya mengantar mitra-mitra saya untuk berlibur di Dufan. Saya punya 3 ribu mitra, kalau sering ke warteg pernah dengar namanya Wahyoo yang warna kuning. Itu kita sudah punya 12 ribu warteg di Jakarta,” tambah Gibran.

embed from external kumparan