Gibran soal Ganjar Ngaku Tolak Tawaran Jadi Menteri Prabowo: Yang Nawarin Siapa?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
70
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka tiba di kantornya, Senin (25/3/2024). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka tiba di kantornya, Senin (25/3/2024). Foto: kumparan

Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka mengomentari pengakuan capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo, yang menolak tawaran menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran. Suami Selvi Ananda ini malah bertanya balik, siapa yang memberikan tawaran tersebut pada Ganjar.

"Yang menawari [Ganjar jadi menteri] siapa?" tanya Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (27/3).

Gibran menegaskan, setahu dirinya, tawaran seperti itu tidak ada. Saat ditanya apakah ucapan Ganjar adalah bentuk penegasan jika ia tak mau dirangkul kubu 02, Gibran hanya menjawab singkat.

"Setahu saya tidak ada penawaran. Ya sudah," ucap Gibran.

Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bersiap mengikuti sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sebelumnya, Ganjar menegaskan ia akan memilih berada di luar pemerintahan ketimbang jadi menteri di kepemimpinan Prabowo Subianto nanti. Ia mengatakan, keputusan itu diambil agar keseimbangan pemerintah tetap terjaga.

"Kalau saya berada di luar mungkin itu jauh lebih baik karena check and balance pasti akan terjadi dan lebih banyak yang hebat di kelompoknya masing-masing apalagi kalau kita lihat banyak sekali tim atau partai politik yang mendukung paslon, pasti juga punya harapan,” tutur Ganjar kepada wartawan, Selasa (26/3).

Ganjar pun menyampaikan terima kasihnya kepada pihak yang telah melayangkan penawaran tersebut kepadanya. Namun ia tak mengungkapkan siapa pihak yang memberinya tawaran menjadi menteri Prabowo.

“Saya sampaikan terima kasih, lebih baik diberikan kepada pemenang untuk sebebas-bebasnya memilih dan jauh lebih baik kalau kelompok yang sudah mendukung itu yang diutamakan bukan saya, tidak fair," ucapnya.