Giring Imbau Brand Pakai Intellectual Property Lokal: Harus Push Luar Biasa
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, meminta pemilik brand lokal untuk menggunakan Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP) kebudayaan lokal Indonesia di produk-produk yang dihasilkan.
Hal ini ia sampaikan saat menjalani sesi diskusi panel di acara IP Expo by GDP Venture and dentsu Indonesia di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/1).
“Kita juga sekarang (di Kementerian Kebudayaan) punya direktur yang baru. Itu Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Perlindungan Hak Intelektual,” ujarnya.
“Jadi nanti kita sudah mendata, kita daftarkan, dan nanti kita terbuka sekali sebagai pelayan. Untuk teman-teman yang mau memakai IP-IP kita ke depannya, IP-IP budaya, nanti please kontak saya langsung. Bisa kontak langsung, nanti saya akan arahkan ke direktur,” sambungnya.
Mantan vokalis band Nidji ini pun meminta agar penggunaan IP lokal diprioritaskan oleh para brand.
“Saya rasa nomor satu ya. Prioritaskan IP lokal. Mau gimana pun sekarang IP lokal harus diberikan push yang luar biasa. Dorongan yang luar biasa. Setidaknya internal dulu harus solid dan kuat,” ucapnya.
Katanya, bila internalnya sudah kuat, maka tujuan go international mudah untuk dicapai. Contohnya, manga dari Jepang dan Marvel serta DC dari Amerika Serikat.
“Mereka gak bikin they wanna go global. Tapi internal dulu. Ketika internalnya sudah kuat, baru kita coba keluar,” ucapnya.
“Jadi teman-teman yang di sini. Yang pemangku kepentingan, brand, marketers, please fokus dulu ke bagaimana support IP-IP lokal. IP-IP kebudayaan lokal, warisan-warisan Nusantara, cerita-cerita lokal, candi-candi lokal. Kita push dulu, kita kembangin dulu. Nanti begitu sudah siap, maksudnya kita sudah tahu momentum, tipping point-nya kapan kita bisa go global,” kata dia.
