Gitar Ambarawa yang Tenar Berkat Lapak Ganjar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gitar Ambarawa yang dijual melalui Program Lapak Ganjar. Foto: Diskominfo Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gitar Ambarawa yang dijual melalui Program Lapak Ganjar. Foto: Diskominfo Jateng

Pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19 kembali bergairah setelah adanya program Lapak Ganjar di media sosial Instagram. Program marketing berbasis online tersebut diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Melalui Lapak Ganjar, pelaku UMKM, terutama di Jawa Tengah kembali menemukan pasar yang lebih meluas hingga ke berbagai daerah di luar Jawa Tengah.

Gitar Ambarawa yang dijual melalui Program Lapak Ganjar. Foto: Diskominfo Jateng

Seperti Joko Santoso, perajin gitar asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang mengalami kenaikan permintaan setelah produknya di-repost di Lapak Ganjar.

“Iya, saya memasarkan lewat media sosial, itu yang utama. Dan, saya pernah ikut Lapak Ganjar, akhirnya banyak masyarakat yang tahu dari Lapak Ganjar itu,” ujar Joko Santoso saat ditemui di tempat workshop gitarnya di Jalan Tentara Pelajar, Kerep, Ambarawa, Kamis (25/3).

Gitar Ambarawa yang dijual melalui Program Lapak Ganjar. Foto: Diskominfo Jateng

Untuk saat ini, usaha miliknya yang diberi nama Ooxguitarmaker itu tiap hari memproduksi gitar pesanan dari pelanggan. Ia dibantu dua orang karyawan menciptakan alat music petik tersebut.

“Produksi tiap hari karena ada pesanan. Saya tidak tahu, tapi setelah ikut Lapak Ganjar memang banyak yang tahu usaha ini,” paparnya.

instagram embed

Ia memamerkan, gitar produksinya sudah sampai ke tangan sejumlah artis ibu kota dan pejabat. Seperti MenpanRB Tjahjo Kumolo, gitaris Bali I Wayan Balawan, serta Fildan Dangdut Academy.

“Saat ini, saya juga sedang proses pembuatan gitar pesanan dari Stevi Item,” ungkap pria yang akrab disapa Oox itu.

Kisah keberhasilan berbisnis setelah mengikuti Lapak ganjar juga diceritakan Yuni Kurniawati, pemilik usaha paper bag (tas kertas) di Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Ia yang sempat membuka usaha fotokopi berputar otak karena sepi setelah pandemi.

“Akhirnya saya bikin usaha paper bag, karena usaha pertama saya sepi karena pandemi,” kisahnya.

Gitar Ambarawa yang dijual melalui Program Lapak Ganjar. Foto: Diskominfo Jateng

Usaha barunya itu ia coba promosikan melalui Lapak Ganjar dan akhirnya dikenal banyak masyarakat.

“Kebetulan saya sudah follow Instagram-nya Pak Ganjar sudah lama. Pas ada Lapak ganjar saya ikut promosi lewat itu. Sekarang ada banyak pesanan. Dalam satu bulan bisa mencapai seribu lebih paper bag yang diproduksi,” terangnya.

Menurutnya, Lapak Ganjar sangat membantu bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Itu salah satu yang bisa membantu UMKM untuk memiliki pasar. Iya, sangat membantu,” tandasnya