Golkar: Airlangga Lebih Layak Jadi Cawapres Jokowi Ketimbang Cak Imin

PKB meminta agar Joko Widodo menggaet Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres di Pemilu Presiden 2019. Jika tidak, maka 10 juta suara pemilih PKB yang didominasi warga nahdliyin akan beralih ke capres lain.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Golkar Bidang Politik Yahya Zaini mengungkapkan, tidak ada jaminan suara parpol di pemilu yang lalu akan sama dengan suara yang diberikan pada pilpres.
"Apakah dukungan suara parpol dalam pemilu yang lalu akan paralel dengan dukungan pada pilpres mendatang, tidak ada jaminan," kata Zaini kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (18/3).
Bahkan ia menyebut, kalau suara di Pemilu 2014 yang dipatok, maka peluang justru lebih terbuka kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Sebab, di pemilu yang lalu, Golkar menempati rangking dua suara nasional terbanyak. Terlebih lagi, Airlangga memiliki rekam jejak dan pengalaman menangani sektor ekonomi.
"Kalau ukurannya semata-mata dukungan suara pileg, maka Ketum Golkar, Pak Airlangga lebih besar peluangnya untuk dipilih Pak Jokowi. Apalagi dalam banyak survei masalah yang paling besar jadi harapan rakyat adalah soal kesejahteraan ekonomi," tuturnya.

Zaini mengatakan, klaim 10 juta suara PKB yang sebagian besar berasal dari kaum nahdliyin itu belum memiliki bukti yang konkret. Karena pemilih nahdliyin nyatanya juga tersebar ke banyak partai dan figur.
"Dalam beberapa kali pilpres suara nahdliyin selalu tersebar. Dalam pileg juga begitu. Misalnya dalam pilpres yang lalu, Pak JK itu tokoh nahdiyin (beliau Mustasyar NU sampai sekarang) dan PKB juga mengusung Pak Jokowi, tapi banyak juga warga nahdliyin yang dukung Prabowo-Hatta," ungkapnya.
Kendati demikian, Zaini mempersilakan setiap partai menyodorkan cawapresnya masing-masing. Nantinya, Jokowi pasti akan mempertimbangkan pendampingnya di Pilpres 2019 yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.
"Setiap parpol pendukung punya hak untuk mencalonkan kader terbaiknya sebagai pendamping Pak Jokowi. Tentu Pak Jokowi akan mempertimbangkan banyak hal, antara lain soal chemistry, kapabilitas, elektabilitas dan dukungan dari parpo," pungkas Zaini.
