News
·
4 Mei 2021 19:31

Golkar Bulat Dorong Airlangga Capres 2024, Tak Akan Gelar Konvensi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Golkar Bulat Dorong Airlangga Capres 2024, Tak Akan Gelar Konvensi (43855)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
DPP Golkar sudah bulat mendorong sang Ketum Golkar Airlangga Hartarto maju sebagai capres di Pilpres 2024. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya tak akan menggelar konvensi untuk menjaring capres karena dorongan Airlangga maju sangat kuat.
ADVERTISEMENT
“Tidak ada konvensi. Desakan yang meminta Pak Airlangga untuk menjadi capres (di internal Golkar) sudah sangat kuat,” kata Ace dalam rilis survei nasional Indikator, Selasa (4/5).
Menurut Ace, sosialisasi Airlangga sebagai capres 2024 telah dilakukan. Airlangga saat ini menjabat sebagai Menko Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPN).
Meski begitu, ia memastikan perkembangan corona yang semakin baik, tak akan dimanfaatkan Airlangga untuk meningkatkan elektabilitasnya sebagai capres.
"Beliau itu (Airlangga) sangat profesional. Beliau pernah menyatakan, ‘saya akan lebih konsentrasi menjadi ketua penanganan COVID-19, itu lebih penting’,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.
Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dalam temuan surveinya, sebanyak 65,7 persen masyarakat menyatakan sangat puas dengan penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah.
Golkar Bulat Dorong Airlangga Capres 2024, Tak Akan Gelar Konvensi (43856)
TB Ace Hasan Syadzily Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Hal ini, menurut dia seharusnya dapat menjadi insentif elektoral bagi Airlangga yang menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19. Namun, ia mengingatkan agar sosialisasi sosok Airlangga sebagai capres dan keberhasilan penanganan corona harus ditingkatkan.
ADVERTISEMENT
"Airlangga sebagai Ketua Komite Penanganan COVID plus Menteri Koordinator seharusnya yang paling berhak mendapatkan insentif elektoral,” jelas Burhanuddin.
“Dalam politik elektoral, kalau masyarakat tidak tahu bahwa Airlangga itu ketua komite, insentif elektoralnya tidak bisa didapatkan. Bisa-bisa masyarakat memberikan insentif elektoralnya kepada yang lain, yang mungkin lebih kelihatan,” jelas dia.
Lebih lanjut, dalam catatan survei Indikator, elektabilitas Airlangga sudah mencapai 1 persen. Meski begitu, Burhanuddin berpandangan sudah mulai terlihat tren peningkatan elektabilitas Airlangga daripada kandidat lain.
“Jika dilihat lima besarnya, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, juga Prabowo, trennya tidak bergerak. Stagnan. Ini peluang untuk nama lain. Semua masih punya kesempatan,” ungkap dia.