Golkar: Reformasi Tak Harus Dikawal dari Posisi Tertentu

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Airlangga Hartarto usai mengunjungi BJ. Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Jumat (3/8). (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Airlangga Hartarto usai mengunjungi BJ. Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Jumat (3/8). (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

Sebagai salah satu parpol pendukung Jokowi, Partai Golkar tidak mematok syarat agar ketua umumnya, Airlangga Hartarto, dipilih sebagai cawapres. Airlangga mengaku, partainya tidak akan menjadikan posisi tertentu sebagai syarat pembangunan Indonesia.

"Partai Golkar kan sudah sejak 64 tahun, kita 34 tahun di Orde Baru, kemudian 20 tahun mengawal reformasi. Tentu dalam 20 tahun ini kita tidak mensyaratkan bahwa reformasi dan pembangunan dikawal dalam posisi tertentu," ucap Airlangga usai bertemu Presiden ke-3 RI BJ Habibie, di Patra Kuningan, Jaksel, Jumat (3/8).

Meskipun, Airlangga mengakui memang ada beberapa relawan yang mendukungnya maju sebagai cawapres, salah satunya adalah Projo. Untuk itu, ia menyebut akan tetap mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut.

"Sehingga, tentu aspirasi yang ada di Partai Golkar sangat berterima kasih. Tapi sepenuhnya, (soal cawapres) kita serahkan ke presiden," ujarnya.

Airlangga menjadi salah satu tokoh yang digadang-gadang akan menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Meski nama cawapres Jokowi disebut-sebut telah mengerucut hingga satu nama, namun Jokowi masih belum mengungkap siapa yang dipilih menjadi pendamping di Pilpres 2019.